BEKASI.POJOKSATU.id -  Proyek Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi diproyeksikan menjadi destinasi hiburan baru bagi masyarakat. Kawasan wisata yang berada di bawah Tol Becakayu tersebut saat ini dibangun sepenuhnya melalui dukungan investor dan sponsorship dengan nilai investasi mencapai puluhan miliar rupiah.

Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi, David Rahardja, mengatakan pembangunan fasilitas utama wisata tidak menggunakan dana APBD maupun APBN.

“Untuk saat ini anggaran yang digunakan bukan dari pemerintah daerah, provinsi ataupun pusat. Jadi non-APBD dan non-APBN. Ini murni dari investor dan sponsorship,” ujar David, Kamis, 21 Mei 2026.

Baca Juga: Pembangunan Wisata Air Kalimalang Bekasi Molor, Grand Opening Diundur hingga Agustus

Menurutnya, investasi yang telah dikucurkan sejauh ini mencapai sekitar Rp30 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas utama di kawasan wisata.

Fasilitas yang tengah dibangun meliputi kapal wisata, deretan kontainer usaha, jembatan melengkung, hingga sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO).

“Biaya yang dikeluarkan untuk wisata Kalimalang saat ini sekitar Rp30 miliar untuk kapal, kontainer, jembatan melengkung dan beberapa JPO yang lagi dibuat,” katanya.

David menjelaskan, sebagian pembiayaan proyek juga berasal dari kerja sama sponsorship dengan perusahaan minuman. Nantinya, tenant di kawasan wisata hanya diperbolehkan menjual produk minuman tertentu sesuai kesepakatan sponsor.

“Jadi nanti di tenant wisata mereka hanya bisa menjual minuman jenis tertentu,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Menargetkan 200 Bank Sampah Terbentuk di 2026

Meski fasilitas utama didukung investor, total anggaran keseluruhan proyek Wisata Air Kalimalang disebut mencapai Rp123 miliar. Nilai tersebut terdiri dari dana CSR perusahaan sebesar Rp33 miliar, APBD Kota Bekasi Rp30 miliar, dan APBD Provinsi Jawa Barat Rp60 miliar.

Namun, ia menegaskan penggunaan anggaran pemerintah nantinya hanya difokuskan untuk pembangunan infrastruktur penunjang di sekitar kawasan wisata.

“Jadi APBD dan APBN ini bukan untuk yang berhubungan langsung dengan wisatanya, tapi untuk perbaikan jembatan,” ujarnya.

David menambahkan, dukungan anggaran pemerintah nantinya juga diarahkan untuk pembangunan fasilitas umum dan akses konektivitas kawasan.

“Tidak untuk menambah kontainernya, tapi untuk membuat jembatan yang memang untuk kepentingan umum,” sambungnya.

Di sisi lain, proyek Wisata Air Kalimalang sempat mengalami keterlambatan akibat cuaca ekstrem dan dampak perang global yang memengaruhi pengiriman bahan baku impor dari China.

Baca Juga: Dinkes Kota Bekasi Perketat Pengawasan Hantavirus Usai Temuan Kasus di Jakarta

Akibat kondisi tersebut, target grand opening yang sebelumnya dijadwalkan Mei 2026 harus diundur hingga Agustus 2026.

“Karena bahan bakunya sebagian besar masih impor dari China, jadi ada kenaikan harga dan pengirimannya tertunda,” ungkap David.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah fasilitas mulai tampak rampung. Deretan kontainer warna-warni telah berdiri di bawah Tol Becakayu, tepatnya di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan.

Selain itu, dua jembatan melengkung serta jembatan hias dengan desain instagramable juga telah selesai dikerjakan.
Ke depan, kawasan Wisata Air Kalimalang akan dilengkapi tenant kuliner, atraksi lampu, live music, hingga kapal wisata yang diharapkan menjadi magnet baru pariwisata Kota Bekasi.

David memastikan proyek tersebut akan dikelola secara profesional agar tidak menjadi proyek mangkrak.

“Kami juga tidak mau nama Mitra Patriot tercoreng. Investor juga tentunya tidak mungkin mengeluarkan uang puluhan miliar kalau tidak serius,” tandasnya.***