BEKASI.POJOKSATU.id– Balita laki-laki berusia 2 tahun tega dihabisi oleh pamannya sendiri berinsial G (18), dengan menggunakan pisau dapur.

Korban ditemukan di dalam kontrakan di wilayah Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Rabu 27 Mei 2026 malam.

Korban diketahui mengalami 32 luka tusukan pada seluruh anggota tubuhnya. Jumlah luka tusukan tersebut terungkap berdasarkan hasil visum yang dilakukan RS Polri terhadap jasad korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, hasil visum menunjukkan puluhan luka tusukan ditemukan di tubuh balita malang tersebut.

"Hasil visum yang kita terima dari RS Polri, total ada 32 tusukan di tubuh korban," kata Andi kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).

Korban dan pelaku diketahui tinggal bersama neneknya di sebuah rumah kontrakan di wilayah Jatisampurna. Saat kejadian berlangsung, hanya korban dan pelaku yang berada di dalam rumah. Sementara sang nenek sedang berjualan untuk mencari nafkah.

Menurut Andi, dari hasil pemeriksaan saksi diketahui korban sehari-hari memang lebih sering bersama pelaku karena neneknya bekerja dari sore hingga malam hari.

"Pada saat kejadian berlangsung, memang keseharian pelaku dan korban ini hanya dua orang saja. Jadi pada saat di kontrakan, mereka tinggal bertiga saja, yaitu nenek, pelaku, dan korban. Namun, kesehariannya, sang nenek ini mencari nafkah ketika jam 4 sore hingga malam hari," ujarnya.

Polisi mengungkap, motif pembunuhan berawal saat pelaku sedang bermain game di dalam kontrakan. Ketika itu korban yang masih balita memanjat ke punggung pelaku.

Baca Juga : Emosi Diganggu Saat Bermain Game, Pria di Bekasi Tega Habisi Nyawa Keponakan Yang Masih Balita

Andi menjelaskan, bahwa karena Merasa terganggu, pelaku kemudian emosi dan mengambil dua pisau dari dapur.

"Setelah kami tanyakan langsung ke yang bersangkutan, pada saat kejadian, yang bersangkutan sedang bermain game. Kemudian korban, balita korban tersebut, memanjat di punggungnya. Pelaku merasa terganggu sehingga melakukan tindakan penusukan," ungkap Andi.

Tak hanya itu, dalam pemeriksaan pelaku juga mengaku mendengar bisikan-bisikan sebelum melakukan aksi keji tersebut.

Bahkan, G mengaku memiliki keinginan untuk segera bertemu Tuhan. Namun pengakuan tersebut masih didalami penyidik.

"Jadi, selain pelaku terganggu, pelaku juga mengaku mendapat bisikan-bisikan dan ingin segera bertemu Tuhan, itu berdasarkan pengakuan," jelasnya.

Setelah menusuk korban hingga tewas, pelaku juga sempat melukai dirinya sendiri. Ia mengalami luka tusuk di bagian dada serta luka pada kedua pipinya.

Pelaku sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan kini telah sadar. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi kejiwaan maupun motif lain yang melatarbelakangi pembunuhan sadis tersebut.***