BEKASI.POJOKSATU.ID - Aksi cepat dan sigap ditunjukkan Tim Rescue Kompi A Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi saat mengevakuasi jasad bayi laki-laki yang ditemukan mengapung di aliran Kali Sunter, Jalan Bina Siswa III RT 005 RW 011, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Rabu 11 Februari 2026 sore.

Laporan awal berasal dari warga yang menemukan jasad bayi tersebut di belakang pos security lingkungan setempat.

Informasi itu kemudian disampaikan ke pihak kelurahan sebelum diteruskan ke Damkar Kota Bekasi.

Baca Juga: Jasa Marga Rekonstruksi Jalan di Tol Cipularang, Akses GT Kalitama 6 Arah Jakarta Ditutup Sementara

Komandan Pleton Kompi A Damkar Kota Bekasi, Hendrick Taufick, membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui kelurahan.

Tanpa menunggu lama, tim rescue langsung diterjunkan ke lokasi.

“Kita awalnya laporan dari masyarakat, kemudian diteruskan melalui pihak kelurahan dan masuk ke Damkar. Setelah itu kami langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi,” ujar Hendrick saat dihubungi, Rabu.

Baca Juga: Jasa Marga Rekonstruksi Jalan di Tol Cipularang, Akses GT Kalitama 6 Arah Jakarta Ditutup Sementara

Menurut Hendrick, tim Rescue Kompi A Regu 2 bergerak cepat.

Mereka berangkat menuju lokasi pukul 17.01 WIB dan tiba hanya dalam waktu sekitar 10 menit, tepatnya pukul 17.11 WIB. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 17.40 WIB.

Dengan demikian, total waktu penanganan di lokasi tercatat sekitar 39 menit sejak keberangkatan hingga proses evakuasi selesai.

Baca Juga: PN Cikarang Eksekusi Lahan Bersertipikat, SHM Jadi Penentu Kemenangan

Kecepatan respons ini menjadi bukti kesiapsiagaan petugas dalam menangani situasi darurat di wilayah Kota Bekasi.

Petugas mengevakuasi jasad bayi dari aliran Kali Sunter menggunakan peralatan rescue standar yang biasa digunakan dalam penanganan korban di perairan.

Proses pengangkatan dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan kondisi sekitar tetap aman dan terkendali.

“Proses evakuasi berjalan lancar, tidak ada kendala di lapangan,” tegas Hendrick.

Koordinasi antara warga, pihak kelurahan, dan Damkar disebut berjalan efektif.

Baca Juga: Perumahan Mewah Terendam, Warga Mengungsi: Alarm Keras Tata Kelola Drainase Bekasi

Informasi yang cepat diteruskan membuat tim rescue dapat segera bergerak tanpa hambatan administratif.

Hal ini dinilai penting dalam setiap situasi darurat, terutama yang menyangkut keselamatan dan penanganan korban.

Setelah berhasil diangkat dari aliran sungai, jasad bayi tersebut selanjutnya dibawa ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Luapan Kali Bekasi Rendam Ratusan Rumah di Margahayu, Warga Evakuasi Barang

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penyebab kematian bayi tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik, namun di tengah duka yang menyelimuti, respons cepat Damkar Kota Bekasi menunjukkan komitmen pelayanan dan profesionalisme dalam setiap laporan yang masuk dari masyarakat.***