POJOKSATU.id - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota Jakarta Utara, tersembunyi sebuah tempat keramat yang menyimpan jejak sejarah panjang dan kisah keberagaman yang mengharukan.
Berada di Jalan Luar Batang V nomor 10, RT 6 RW 3, Kelurahan Penjaringan, terdapat sebuah masjid yang dikenal dengan sebutan "Luar Batang."
Masjid ini memiliki keistimewaan karena menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh keramat, yaitu Habib Husein bin Abubakar Alaydrus dan asistennya seorang keturunan Tionghoa bernama Habib Abdul Kadir.
Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus lahir pada tahun 1746 di Hadramaut dan meninggal pada tanggal 24 Juni 1756 di Batavia, yang sekarang dikenal sebagai Jakarta.
Tempat pemakamannya berada di Makam Habib Husein Luar Batang, Jakarta. Habib Luar Batang berasal dari Yaman dan dihormati sebagai tokoh suci oleh umat Muslim di Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Habib Umar bin Hafidz di Indonesia: Ada 3 Tabligh Akbar di Kota Besar
Sejarah penamaan "Luar Batang" dipengaruhi oleh sebuah peristiwa yang menakjubkan. Ketika Habib Husein meninggal dunia dan hendak dikuburkan di sekitar Tanah Abang, ternyata jenazahnya tiga kali berpindah dari "kurung batang" atau peti mati yang telah disiapkan.
Kejadian tersebut mengejutkan para jemaah, dan mereka bermufakat untuk menguburkan beliau di tempat yang akhirnya menjadi tempat peristirahatan terakhirnya, yaitu di lokasi sekarang.
Maka, dari sinilah julukan "Habib Luar Batang" diberikan kepadanya, mengandung makna bahwa beliau keluar dari "kurung batang."
Masjid Luar Batang atau Keramat Luar Batang bukan hanya menjadi tempat ziarah bagi para pengunjung Muslim, tetapi juga menjadi simbol harmoni dan toleransi antarumat beragama.
Keunikan masjid ini terletak pada makam kedua tokoh keramat yang berbeda latar belakang budaya, namun bersatu dalam makna spiritual dan saling menghormati.
Hal ini menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan keberagaman budaya dan agama, telah mengakar dalam masyarakatnya nilai-nilai toleransi dan persatuan.
Dengan begitu, Masjid Luar Batang menjadi tempat yang khusus, mencerminkan kearifan lokal serta menyimpan kenangan dan nilai-nilai luhur.
Sebagai bagian dari warisan sejarah Indonesia, tempat keramat ini mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman dan menguatkan semangat persaudaraan antarumat beragama.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Masjid Luar Batang, suasana spiritual yang terasa begitu kental akan mengalirkan kehangatan dan kedamaian di hati.
Tempat ini adalah pengingat bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya akan keragaman, sebuah kekayaan yang menjadi pondasi bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.
Semoga pesan damai dan harmoni dari Masjid Luar Batang senantiasa terus menyala di hati kita semua, menerangi jalan untuk menjadi bangsa yang berbudi luhur dan berlandaskan persaudaraan sejati.***




