BEKASI.POJOKSATU.id - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengajak lulusan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) agar tak ragu membuka peluang kerja di luar negeri. Menurutnya, ini bisa menjadi solusi atas rendahnya serapan tenaga kesehatan di dalam negeri.
Dalam keterangan persnya pada Senin, 24 Juni 2025, Karding menjelaskan bahwa setiap tahunnya sekitar 5.000 lulusan Poltekkes menyelesaikan pendidikan. Namun, hanya sekitar 60 persen dari mereka yang terserap pasar kerja nasional. Sisanya, sekitar 40 persen, masih mencari tempat.
“Saya kira salah satu solusi terbaik adalah mendorong mereka bekerja di luar negeri. Tapi tentu, harus dengan jalur yang legal dan aman,” kata dia.
Untuk itu, Karding mendorong adanya kerja sama erat antara P2MI dan Kementerian Kesehatan, guna memperluas akses tenaga kesehatan Indonesia ke pasar internasional secara prosedural dan terjamin.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi calon pekerja migran agar proses keberangkatan tidak hanya legal, tetapi juga mempersiapkan diri dengan baik.
“Setidaknya mereka harus siap secara mental, punya kemampuan bahasa, dan tentu skill yang mumpuni,” ujarnya.
Baca Juga: Jasa Marga Buka Lebih Awal Jalur Tol JORR KM 40 Arah Cikunir Usai Rekonstruksi Jalan
Hasil survei yang digelar P2MI juga menunjukkan bahwa animo lulusan Poltekkes untuk bekerja di luar negeri sangat tinggi. Dari lebih dari 1.000 responden, 93,4 persen menyatakan berminat untuk bekerja di luar negeri.
Menurut Karding, bekerja di luar negeri bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menjadi kesempatan mengasah keterampilan dan membawa pulang pengetahuan baru yang nantinya bisa diterapkan di dalam negeri.
“Ini bukan hanya tentang upah lebih besar, tapi bagaimana kita bisa kirim tenaga kerja yang kompeten dan pulang membawa ilmu,” demikian kata dia.***




