BEKASI.POJOKSATU.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kadernya.
Dua kader PDI-Perjuangan yakni Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan juga Bupati Ponorogo yakni Sugiri Sancoko terjerat kasus korupsi.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menegaskan, bahwa partai sudah berulang kali mengingatkan kader untuk menjauhi sikap koruptif.
"Secara prinsip PDI Perjuangan menghormati semua proses hukum, termasuk kasus yang terjadi pada kader PDI Perjuangan," ungkap Andreas, Minggu 21 Desember 2025.
Menurut Andreas, bahwa partainya berkali-kali mengingatkan para kadernya untuk tidak melakukan tindakan koruptif dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dirinya menyayangkan kejadian serupa masih saja terjadi kepada pemimpinan daerah dari PDIP. Kasus korupsi merupakan tanggung jawab pribadi seorang kepala daerah.
Baca Juga : Bupati Bekasi Hanya Menerima Gaji Pokok Segini, Namun Harta Kekayaan Mencapai Rp 79,16 Miliar
"Kendatipun demikian, ada saja yang terjadi, dan kali ini terjadi pada Bupati Bekasi. Yang pasti partai tidak pernah mengajarkan kadernya untuk korupsi, sehingga ketika terjadi kasus seperti ini, tentu adalah tanggung jawab pribadi," tegas dia.
Untuk itu dirinya berjanji akan terus mendidik para kadernya agar menjauhi tindakan yang merugikan negara tersebut.
Andreas juga meminta kepada KPK tidak tebang pilih, dalam memberantas kasus korupsi yang terjadi di Negara ini.
"Kalau diminta untuk pendampingan dalam proses peradilan tentu partai melalui Badan Partai yang membidangi hukum. Namun demikian, partai tidak akan menyerah untuk tetap mendidik kader-kadernya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan koruptif," ujar Andreas.
"Partai juga berharap dan selalu memperhatikan agar KPK juga sebagai lembaga penegak hukum berlaku adil, tidak tebang pilih dan tidak menjadi alat politik, karena masyarakat pun tahu dan melihat banyak indikasi kasus-kasus yang lebih besar yang seharusnya ditindak anjuti. Namun didiamkan, bahkan lenyap begitu saja," pungkas dia.***




