BEKASI.POJOKSATU.id – PT Jasamarga Japek Selatan melanjutkan penataan akses di kawasan Simpang Susun Sadang, ruas Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, setelah sebelumnya transaksi kendaraan dialihkan dari Gerbang Tol Sadang Lama ke GT Sadang Baru sejak April 2026.

Tahap lanjutan ini mencakup pembongkaran GT Sadang Lama serta persiapan operasional Ramp 5 dan Ramp 7 di Simpang Susun Sadang. Selama proses pekerjaan berlangsung, Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Representative Office 3 bersama PT JJS menerapkan rekayasa lalu lintas sementara berupa jalur pengalihan (detour).

Pengguna jalan dari Sadang yang menuju arah Jakarta maupun Bandung akan diarahkan melalui jalur detour dan ramp sementara yang telah disediakan. Sementara itu, kendaraan dari arah Jakarta maupun Bandung menuju kawasan Sadang tetap dapat melintas melalui jalur yang sudah ada.

Baca Juga: PT JJC Perbaiki Jalan dan Sambungan Jembatan di Tol Layang MBZ

Pekerjaan pembongkaran dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 21 Mei 2026 pukul 09.00 WIB hingga Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan mulai Minggu, 31 Mei 2026 pukul 09.00 WIB hingga Kamis, 11 Juni 2026 pukul 17.00 WIB.

Untuk mendukung kelancaran dan keselamatan selama pekerjaan, pihak pengelola tol memasang berbagai perlengkapan seperti moveable concrete barrier (MCB), rambu lalu lintas, lampu peringatan, serta menempatkan petugas di sejumlah titik pengalihan kendaraan.

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agus Susilo, memastikan seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kenalkan Transisi Energi Hijau kepada Mahasiswa UGM

“Penataan akses di kawasan Simpang Susun Sadang ini merupakan bagian dari tahapan pengembangan konektivitas Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Selama pekerjaan berlangsung, kami memastikan pengaturan lalu lintas dan kesiapan operasional di lapangan dilakukan secara optimal agar mobilitas pengguna jalan tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.

Pihak Jasa Marga juga menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan selama proses berlangsung. Pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan saldo uang elektronik mencukupi, serta selalu mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.***