BEKASI.POJOKSATU.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong penataan lima desa di wilayah selatan Kabupaten Bekasi dengan mempertahankan karakter budaya dan lingkungan setempat sebagai upaya memperkuat identitas daerah.
Gagasan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi dalam rangka tasyakuran Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026).
Dedi mengatakan Kabupaten Bekasi memiliki karakter wilayah yang beragam, mulai dari kawasan industri, pertanian, pesisir hingga perdesaan.
Menurut dia, keberagaman tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan pembangunan sehingga Kabupaten Bekasi tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri.
"Karena itu, pembangunan daerah perlu mempertahankan sekaligus memperkuat karakter masing-masing wilayah," kata Dedi, Senin 17 Agustus 2026.
Ia menyebut wilayah Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi untuk ditata dengan mempertahankan karakter lokal.
Lima desa di wilayah tersebut dinilai masih memiliki lingkungan yang relatif asri dengan sejumlah potensi berupa lahan pertanian, kolam, sungai, pepohonan dan ruang terbuka.
Dedi menekankan penataan kawasan tidak harus menghilangkan karakter perdesaan yang telah ada. Rumah warga yang masih mempertahankan bentuk tradisional, kata dia, cukup diperbaiki pada bagian yang diperlukan.
Baca Juga : Bapenda Bekasi hapus sanksi administrasi tunggakan PBB selama Agustus 2026
"Rumah-rumah masyarakat yang masih mempertahankan karakter tradisional tidak perlu diubah secara keseluruhan," ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan juga perlu memperhatikan keberlanjutan ekosistem agar perubahan fisik kawasan tidak menghilangkan potensi lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Menurut Dedi, penguatan karakter lokal melalui penataan kawasan dapat menjadi identitas baru Kabupaten Bekasi sekaligus memperkuat keberagaman wilayah di daerah tersebut.
"Penataan lima desa tersebut nantinya akan didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta menyiapkan perencanaan melalui mekanisme penganggaran serta mengidentifikasi lima desa yang akan menjadi bagian dari program tersebut.
Dedi berharap penataan kawasan selatan Kabupaten Bekasi dapat menjadi contoh pembangunan yang tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat tanpa menghilangkan karakter budaya dan lingkungan setempat.***




