BEKASI.POJOKSATU.ID - Sekitar 20.000 buruh Jawa Barat dipastikan akan menggelar aksi besar-besaran di Istana Negara pada Selasa, 30 Desember 2025.

Aksi ini dilakukan dengan konvoi sepeda motor melalui jalur selatan dan Pantai Utara (Pantura), dengan tuntutan tunggal: revisi penetapan UMSK Jawa Barat.

Ketua DPW FSPMI Jawa Barat, Suparno, menegaskan aksi ini merupakan bentuk protes langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, menyusul terbitnya SK UMSK Jawa Barat yang dinilai tidak sesuai rekomendasi daerah.

“Kurang lebih 20.000 buruh akan konvoi motor menuju Istana Negara. Kami akan menyampaikan langsung ke Pak Prabowo karena masih ada gubernur yang integritasnya perlu dipertanyakan, antara omongan dan kenyataannya berbeda,” ujar Suparno, Minggu, 28 Desember 2025.

Baca Juga: UMSK Jawa Barat Diprotes Buruh, Ratusan Rekomendasi Sektor Industri Diduga Dicoret

Dia menjelaskan massa buruh akan bergerak secara serentak dari berbagai wilayah industri di Jawa Barat. Konvoi akan dibagi melalui dua jalur utama, yakni jalur Pantura dan jalur selatan.

Dari Pantura, buruh akan bergerak dari Majalengka, Cirebon, Indramayu, Subang, Purwakarta, Karawang hingga Bekasi. Sementara jalur selatan akan diikuti buruh dari Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, Bogor hingga Depok.

“Ini akan menjadi konvoi motor besar. Jalur utara dan selatan sama-sama bergerak ke Jakarta pada tanggal 30,” jelasnya.

Dalam aksi ini, FSPMI memastikan akan mengerahkan minimal 10.000 buruh dari Jawa Barat. Jumlah tersebut dinilai realistis mengingat keanggotaan FSPMI di Jawa Barat mencapai sekitar 75.000 orang.

Baca Juga: Buruh Jabar Tolak SK UMSK dan Gelar Aksi di Gedung Sate hingga Istana Negara

“FSPMI saja minimal 10.000 motor. Ditambah kawan-kawan dari SPN dan konfederasi lain, totalnya bisa mencapai 15.000 sampai 20.000 buruh,” kata Suparnk.

Ia menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk konsolidasi besar buruh lintas sektor yang merasa dirugikan oleh kebijakan UMSK Jawa Barat.***