BEKASI.POJOKSATU.id - Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi mencuat belakangan ini. Pertama, karena perkara uang transport saat pelantikan dan bimbingan teknis (bimtek).
Banyak yang mempertanyakan perihal uang transport KPPS, karena ada yang mendapat Rp250.000 dan ada juga yang hanya mendapat Rp25.000.
Di Bekasi, anggota KPPS mendapat Rp100.000 untuk pelantikan dan juga bimtek. Itu pun setelah menjadi viral. Nah, pada posting ini ada 5 fakta tentang KPPS yang perlu kamu tahu, supaya lebih memahami lagi tentang profesi sementara tersebut.
Baca Juga: Penjelasan Ketua KPU Soal Rincian Uang Transport Bagi KPPS di Kota Bekasi
1. Anggota KPPS adalah abdi negara
Betul. Anggota KPPS merupakan bagian penyelenggaraan pemilu. KPPS bekerja di tempat pemungutan suara (TPS) dan memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan lancar.
Nah, kalau sudah memiliki tanggung jawab demikian, pastilah tepat bahwa anggota KPPS adalah abdi negara. Karena, anggota KPPS mendapat honor dari uang negara dan bekerja untuk kepentingan negara.
2. Anggota KPPS rata-rata merupakan pengangguran
Ini salah. Karena, siapa saja, baik yang sedang menganggur ataupun sedang bekerja boleh menjadi anggota KPPS. Seseorang yang sudah memiliki pekerjaan harus memastikan bahwa dia dapat mengikuti rangkaian kegiatan menjadi anggota KPPS.
Misalnya, saat pelantikan, bimbingan teknis, dan tentu saja saat persiapan di TPS, saat pemilu berlangsung dan saat penghitungan suara. Jika seseorang itu dirasa tidak mampu hadir pada salah satu dari banyak kegiatan di atas, maka lebih baik berikan kesempatan kepada orang lain.
3. Anggota KPPS punya penghasilan yang luar biasa tinggi
Nah, pernah lihat di media sosial jokes tentang KPPS yang menyebutkan bahwa gajinya dengan PNS sangat jauh berbeda? Pada jokes itu disebutkan PNS 4 juta sebulan, sementara KPPS 1 juta per hari. Ini tentu keliru.
Anggota KPPS mendapat honor Rp1 juta, sementara ketua KPPS Rp1,2 juta. Honor itu bukan per hari, tetapi untuk satu kali masa tugas mereka. Kapan saja? Sesuai SK masa tugas KPPS sebulan kerja. Sementara pekerjaan intens sebagai KPPS kurang-lebih 3 hari.
Baca Juga: Jokes 'Anggota KPPS' Bikin Terpingkal-Pingkal, Sang Abdi Negara Idaman Mertua
4. Anggota KPPS enak, karena tugasnya ringan
Kata siapa tugas mereka ringan? Pertama, mereka harus menyiapkan suatu TPS. Mulai dari tenda, dekorasi, bangku, dan kesiapan logistik pemilu di TPS itu. Kedua, mereka juga harus menyelenggarakan pemilu pada 14 Februari 2024 yang dimulai pada pagi sampai sore hari.
Ketiga, mereka harus menghitung suara. Ada 5 kotak suara yang harus dihitung, yaitu pilpres, DPD, DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten kota.
Selama bertugas dalam penghitungan itu, ada banyak saksi dari partai dan juga pengawas pemilihan umum. Ketika penghitungan selesai, mereka melaporkan hal itu kepada mereka dan juga mengunggah gambar lewat aplikasi Sirekap.
Belum sampai di situ. Mereka juga harus membereskan TPS sebelum pulang. Kalau ada sengketa pemilu di TPS itu, maka mereka harus hadir sebagai saksi.
Baca Juga: Anggota KPPS di Kota Bekasi Bakal Dapat Uang Transport Seratus Ribu
5. Anggota KPPS didominasi anak muda
Ini tidak sepenuhnya benar. Belajar dari Pemilu 2019 ketika banyak anggota KPPS meninggal dunia diduga karena kelelahan, KPU memperketat aturan.
Calon anggota KPPS mesti sehat dan tidak memiliki penyakit yang kronis. Oleh karena itu, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, yang penting sehat dapat menjadi anggota KPPS.
Semoga fakta tentang KPPS tersebut dapat menambah wawasan tentang tugas mulai sebagai penyelenggara pemilu. Sebut saja abdi negara idaman mertua. Selamat bertugas tanggal 14 Februari 2024 nanti!***




