BEKASI.POJOKSATU.id - Presiden Konfderasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mempertanyakan alasan aparat memasang barikade ketat dan menghadapi massa aksi seolah-olah mereka adalah ancaman keamanan negara.

“Hari ini anda lihat barier-barier itu. Takut apa sih? Cuma 500 orang. Memang kita bawa apa yang ditakuti?” kata Said Iqbal saat diwawancarai di depan Istana Negara, Selasa, 29 Desember 2025.

Ia juga mempertanyakan apakah Presiden Prabowo Subianto mengetahui bahwa para demonstran diperlakukan layaknya musuh bersenjata.

Baca Juga: Said Iqbal Soroti Barikade Istana Negara Jelang Aksi Demo Besok

“Apakah Bapak Presiden Prabowo tahu bahwa demonstran sekarang dihadapi seperti menghadapi musuh, seperti orang-orang bersenjata?” tambahnya.

Dia mengungkapkan kekhawatiran bahwa pendekatan represif akan kembali digunakan dalam aksi besar buruh yang direncanakan pada Selasa, 30 Desember 2025.

“Besok rencana kami aksi lagi. Bisa 10.000 motor, bisa juga 20.000 orang hadir. Apakah akan dipukul mundur dengan kekerasan? Apakah cara-cara militer akan digunakan kembali?” ujar Said Iqbal.

Ia menegaskan bahwa buruh akan tetap datang secara damai untuk menuntut keadilan terkait kebijakan UMSK Jawa Barat.

Baca Juga: 20 Ribu Buruh Jawa Barat Konvoi ke Istana Negara, Tuntut Revisi UMSK

Di akhir pernyataannya, Said Iqbal menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Ia juga menduga adanya keterlibatan kementerian tertentu yang memanfaatkan aparat kepolisian untuk membatasi aksi rakyat.

“Kami protes keras kepada pemerintah dan kepada Polri. Kami juga menduga ada kementerian tertentu yang menggunakan polisi untuk melarang aksi rakyat, termasuk aksi buruh,” tegasnya.***