BEKASI.POJOKSATU.ID - Jasamarga Transjawa Tol mencatat lonjakan signifikan arus balik Idulfitri 1447 H/2026 dari wilayah timur Trans Jawa menuju Jakarta. Dalam periode Hari H hingga H+5 (21–26 Maret 2026), sebanyak 383.464 kendaraan melintas melalui Gerbang Tol Cikampek Utama ke arah Jakarta, meningkat 130,19 persen dibandingkan kondisi normal yang mencapai 166.585 kendaraan.
Tingginya volume kendaraan ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen, yang juga berkontribusi dalam menjaga distribusi arus lalu lintas tetap terkendali.
Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, mengungkapkan bahwa pada periode H-10 hingga H+5 (11–26 Maret 2026), total kendaraan dari arah timur Trans Jawa mencapai 559.529 unit atau naik 26,58% dari lalu lintas normal.
“Berdasarkan data lalu lintas periode H-10 hingga H+5 (11–26 Maret 2026), tercatat sebanyak 559.529 kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa atau meningkat 26,58% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 442.030 kendaraan. Sementara itu, pada data shift 1 tanggal 27 Maret 2026, tercatat sebanyak 26.067 kendaraan atau meningkat signifikan sebesar 188,48 persen dari lalu lintas normal sebanyak 9.036 kendaraan. Data tersebut menunjukkan bahwa arus balik dari wilayah Timur Trans Jawa masih terus berlangsung,” jelas Ria.
Baca Juga: Kapolri: Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Melandai, Rekayasa Lalin Disesuaikan
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, berbagai rekayasa lalu lintas diterapkan, seperti one way lokal dari KM 263 Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama, serta contraflow dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta.
“Dalam mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada periode arus balik, berbagai rekayasa lalu lintas telah diberlakukan, antara lain one way lokal dari KM 263 Jalan Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta–Cikampek sejak pukul 10.23 WIB atas diskresi Kepolisian, yang kemudian dilanjutkan dengan contraflow dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta," kata dia.
Selain itu, JTT juga menghadirkan alternatif perjalanan melalui pemberlakuan potongan tarif tol sebesar 30 persen untuk perjalanan menerus dari GT Kalikangkung Ruas Jalan Tol Batang–Semarang menuju GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek yang masih berlaku hingga pukul 24.00 WIB.
Lanjut Ria, potongan tarif sebesar 23 persen untuk seluruh transaksi di Ruas Jalan Tol Batang–Semarang juga tetap diberlakukan hingga 31 Maret 2026.
"Kebijakan ini diharapkan dapat mendistribusikan lalu lintas secara lebih merata sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan,” ujarnya.
Sementara itu, arus kendaraan dari Jakarta menuju wilayah timur Trans Jawa juga mengalami peningkatan, dengan total 236.602 kendaraan atau naik 42,54 persen dibandingkan kondisi normal.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Fleksibel, Contraflow hingga One Way Terus Disesuaikan Ikuti Lonjakan Kendaraan
Kenaikan volume lalu lintas turut terjadi di sejumlah ruas tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk di Gerbang Tol Kalikangkung, Banyumanik, Warugunung, Kejapanan Utama, hingga Singosari.
"JTT mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan, merencanakan perjalanan dengan matang, serta memastikan kondisi kendaraan, kecukupan bahan bakar, dan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan," demikian Ria.***




