BEKASI.POJOKSATU.ID - Rekayasa lalu lintas selama arus balik Lebaran 2026 dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi di lapangan.

Kepolisian bersama pihak terkait terus menyesuaikan skema, mulai dari contraflow hingga sistem one way, guna menjaga kelancaran arus kendaraan menuju Jakarta.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa perubahan strategi dilakukan berdasarkan volume kendaraan yang terus bergerak fluktuatif.

Salah satu langkah terbaru adalah mengubah skema one way nasional menjadi one way sepenggal.

Baca Juga: Warga Membludak Kembali ke Bekasi Usai Mudik, Ancaman Penyakit Menular Ikut Mengintai

“Saat ini one way nasional mulai kita ubah menjadi one way sepenggal, menyesuaikan dengan kondisi volume kendaraan,” ujar Listyo, di Bekasi, Rabu 25 Maret 2026.

Menurutnya, pendekatan fleksibel ini dinilai lebih efektif dibandingkan penerapan skema tetap.

Dengan kondisi arus lalu lintas yang berubah cepat, rekayasa harus mampu menyesuaikan secara real time agar tidak menimbulkan penumpukan kendaraan di titik tertentu.

Selain one way, penerapan contraflow juga terus dioptimalkan di sejumlah ruas tol. Skema ini digunakan untuk menambah kapasitas jalur di arah yang mengalami kepadatan tinggi.

Baca Juga: Orientasi PPPK Bekasi Digelar Daring 18 Hari, Gunakan MOOC hingga Evaluasi Ketat

Petugas di lapangan memantau kondisi lalu lintas secara intensif dan mengambil keputusan cepat jika terjadi lonjakan kendaraan.

Data terbaru menunjukkan, hingga Rabu siang, sekitar 2,04 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta.

Sementara itu, masih terdapat lebih dari 500 ribu kendaraan yang belum melakukan perjalanan balik, sehingga potensi kepadatan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dalam kondisi tersebut, fleksibilitas rekayasa lalu lintas menjadi kunci utama.

Perubahan skema dilakukan secara bertahap, tidak hanya berdasarkan waktu, tetapi juga melihat distribusi kendaraan di berbagai ruas jalan tol.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menilai pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara dinamis cukup efektif dalam menjaga kelancaran arus kendaraan.

“Pengendalian rekayasa lalu lintas yang dilakukan bersama kepolisian cukup membantu menjaga kelancaran perjalanan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Balik Lebaran Diguyur Hujan, Pemudik Padati Jalur Pantura hingga Tersendat

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurai kepadatan dengan mengatur waktu perjalanan.

Pemudik diharapkan tidak hanya berfokus pada tanggal puncak arus balik, tetapi memanfaatkan waktu alternatif agar distribusi kendaraan lebih merata.

Dengan strategi rekayasa lalu lintas yang adaptif dan responsif, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan terkendali meski volume kendaraan terus meningkat.***