BEKASI.POJOKSATU.id – Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa total kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek selama periode H-10 hingga H+5 Idulfitri 1447 H/2026 (11–26 Maret 2026) mencapai 2.357.203 unit.
Angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak).
Dari total tersebut, sekitar 69,45 persen atau setara 2,3 juta kendaraan merupakan bagian dari proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke Jabotabek hingga akhir periode arus balik.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Melonjak 130 Persen, Ratusan Ribu Kendaraan Padati GT Cikampek Utama
Distribusi arus kendaraan didominasi dari arah timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 1.071.678 kendaraan atau 45,5 persen. Sementara itu, dari arah barat (Merak) tercatat 715.045 kendaraan (30,3 persen), dan dari arah selatan (Puncak) sebanyak 570.480 kendaraan (24,2 persen).
Untuk rincian pergerakan, kendaraan dari Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencapai 559.529 unit atau naik 26,6 persen dari kondisi normal. Sementara dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama tercatat 512.149 kendaraan atau meningkat 2,3 persen.
Adapun arus dari Merak melalui GT Cikupa justru mengalami penurunan tipis sebesar 2,8 persen dibandingkan kondisi normal. Sedangkan dari arah Puncak melalui GT Ciawi tercatat naik 1,9 persen menjadi 570.480 kendaraan.
Pada H+5 Lebaran (26 Maret 2026), volume kendaraan yang masuk ke Jabotabek mencapai 192.122 unit atau meningkat 43,1 persen dari kondisi normal. Lonjakan tertinggi terjadi di GT Cikampek Utama dengan 68.244 kendaraan, atau melonjak hingga 162,7 persen.
Rivan menjelaskan bahwa potensi kepadatan tidak hanya dipicu oleh tingginya volume kendaraan, tetapi juga aktivitas pengguna di rest area. Oleh karena itu, masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memanfaatkan rest area alternatif di luar jalan tol.
Baca Juga: Kapolri: Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Melandai, Rekayasa Lalin Disesuaikan
“Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan rest area alternatif di sepanjang Ruas Tol Trans Jawa , mulai dari Jalan Tol Semarang-Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 72, dan berada tidak jauh dari akses gerbang tol sehingga tetap mudah dijangkau oleh pengguna jalan, setelah beristirahat, pengguna jalan dapat Kembali melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol yang sama tanpa dikenakan tarif tambahan,” ujar Rivan.
Ia juga menyarankan penggunaan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time serta memanfaatkan program diskon tarif tol 30 persen di sejumlah ruas strategis guna mengurangi kepadatan, khususnya pada periode 28–29 Maret 2026.
Selain itu, pengemudi kendaraan berat dengan sumbu tiga atau lebih diingatkan untuk mematuhi aturan pembatasan operasional sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Fleksibel, Contraflow hingga One Way Terus Disesuaikan Ikuti Lonjakan Kendaraan
Rivan turut mengimbau masyarakat untuk memastikan kesiapan perjalanan, mulai dari kondisi kendaraan dan pengemudi, kecukupan bahan bakar, hingga saldo uang elektronik. Pengguna jalan juga diminta disiplin mematuhi rambu lalu lintas serta tidak berlama-lama di rest area agar dapat digunakan secara bergantian.
Informasi lalu lintas terkini dapat diakses melalui call center 133, media sosial resmi Jasa Marga, hingga layanan radio Travoy FM.***




