BEKASI.POJOKSATU.ID - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 menuju Jakarta mulai menunjukkan penurunan setelah mencapai puncaknya pada Selasa, 24 Maret 2026 malam. Meski tren mulai melandai, aparat kepolisian tetap siaga untuk mengantisipasi potensi lonjakan lanjutan.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kondisi lalu lintas secara umum sudah lebih terkendali. Hal ini ditandai dengan berkurangnya volume kendaraan serta penyesuaian rekayasa lalu lintas dari skema one way nasional menjadi one way sepenggal.

Pernyataan tersebut disampaikan usai peninjauan di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Jatiasih, Kota Bekasi.

Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Fleksibel, Contraflow hingga One Way Terus Disesuaikan Ikuti Lonjakan Kendaraan

“Berdasarkan indikator V/C ratio, beban jalan tol sudah mulai menurun. Sehingga kita mulai mengubah rekayasa lalu lintas dari one way nasional menjadi one way sepenggal,” ujar Listyo, Kamis 26 Maret 2026.

Ia menjelaskan, perubahan pengaturan lalu lintas dilakukan secara bertahap, termasuk di Gerbang Tol Kalikangkung yang menjadi salah satu titik utama arus balik dari arah timur menuju Jakarta.

Berdasarkan data kepolisian, puncak arus balik pada Selasa malam mencatat lonjakan signifikan dengan total 256.338 kendaraan masuk ke Jakarta, melampaui angka tahun sebelumnya yang mencapai 223.163 kendaraan.

Sementara itu, hingga Rabu, 25 Maret 2026, pukul 12.00 WIB, jumlah kendaraan yang telah kembali ke Jakarta mencapai sekitar 2.040.000 unit.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Tembus 256 Ribu Kendaraan, Lampaui Tahun Lalu dan Jadi Rekor Baru Lebaran 2026

“Artinya masih ada sisa dari kurang lebih 2,5 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Sisa ini yang menjadi pekerjaan rumah kita untuk bisa diurai,” jelasnya.

Meski kondisi lalu lintas mulai terkendali, Polri memperkirakan masih akan terjadi arus balik susulan pada 28 hingga 29 Maret 2026. Oleh karena itu, pengamanan serta rekayasa lalu lintas tetap dioptimalkan di sejumlah titik rawan.

Kapolri juga menegaskan bahwa pengawasan tidak akan dikendurkan, bahkan masa pengamanan diperpanjang meski Operasi Ketupat 2026 telah resmi berakhir.

“Walaupun operasi sudah selesai hari ini, kita tambahkan tiga sampai empat hari ke depan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KRYD. Ini untuk memastikan arus balik tetap aman dan terkendali,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan sisa kendaraan yang belum kembali ke Jakarta dapat terdistribusi secara bertahap tanpa memicu kemacetan, terutama menjelang akhir pekan.***