BEKASI.POJOKSATU.id – Langkah strategis PT Jasa Marga dalam memperkuat posisi keuangan perusahaan kembali dibuktikan dengan konsolidasi PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) ke dalam laporan keuangannya.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi tanggal 24 Juli 2025, penyesuaian ini dilakukan menyusul adendum atas Perjanjian Pemegang Saham (Shareholders Agreement/SHA) antara Jasa Marga dan Adhi Karya.
Konsolidasi ini tidak mengubah struktur kepemilikan maupun transaksi saham yang ada. Seluruh ketentuan SHA tetap berjalan sesuai komitmen bersama. Kebijakan operasional dan arah bisnis PT JMJ tetap ditentukan secara sinergis antar pemegang saham.
“Konsolidasi PT JMJ bukan hanya mencerminkan sinergi dan keselarasan visi antar pemegang saham, tetapi juga menunjukkan komitmen kami dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan bisnis jalan tol,” ujar Direktur Jasa Marga Rivan Achmad.
Baca Juga: Tol Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan Resmi Beroperasi, Waktu Tempuh Solo-Yogya Kini Hanya 30 Menit
Hal ini sejalan dengan status Jalan Tol Jogja–Solo sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan menjadi motor pertumbuhan wilayah.
Saat ini, progres konstruksi Segmen Prambanan–Purwomartani telah mencapai 78,9 persen, dan pembebasan lahan sudah 99,5 persen. Jasa Marga menargetkan segmen ini bisa tersambung hingga Kalasan pada 2026, memperkuat akses dari Solo ke Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA) dan mendukung ekonomi kawasan melalui pengembangan UMKM, pariwisata, dan industri kreatif.***




