BEKASI.POJOKSATU.id - Juru taktik Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menegaskan pentingnya kedisiplinan dan permainan fair play saat menghadapi Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu, 12 September 2026.
Pelatih menegaskan ingin memutus tren buruk Persija yang kerap dihadiahi kartu merah dalam laga-laga El Clasico terdahulu.
Shin Tae-yong menekankan bahwa pelanggaran fatal yang kerap merugikan tim harus segera dihentikan.
"Kalau selama ini tim kita sering mendapatkan kartu merah ketika melawan Persib, mulai sekarang hal tersebut harus kita ubah. Tidak boleh ada lagi kejadian seperti itu. Saya berharap kedua tim bisa bermain secara fair play, bermain dengan sportif, dan memberikan pertandingan yang bagus," tutur Shin Tae-yong, Jumat, 11 September 2026.
Menanggapi performa laga pertama saat diimbangi lawan akibat kendala fisik pascatransit penerbangan, pelatih menyatakan bahwa kebugaran skuad Macan Kemayoran kini telah jauh lebih siap. Pemain diinstruksikan untuk meminimalisasi pelanggaran tidak perlu di area berbahaya, terlebih lawan memiliki skema eksekusi bola mati (set piece) yang mematikan.
Baca Juga: Kembali ke GBK Bersama Persija, Shin Tae-yong Bertekad Patahkan Rekor Buruk Lawan Persib
Di sisi lain, laga ini juga menjadi ajang reuni Shin Tae-yong dengan beberapa mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia yang kini berseragam Persib, termasuk Thom Haye.
" Thom Haye dan beberapa pemain lainnya, saya sudah melihat mereka bermain. Mereka semua pemain yang bagus. Kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia sudah berkembang jauh lebih baik," ungkapnya.
Pemain muda Persija, Rayhan Hannan, menambahkan bahwa seluruh legiun asing maupun pilar baru Persija sudah memahami betul tensi dan arti penting dari persaingan ini.
"Sebelum saya ngobrol sama pemain asing, bahkan mereka sudah tanya duluan. Mereka sudah tahu seberapa penting pertandingan besok. Semoga kita bisa memberikan tiga poin," kata Hannan.***




