BEKASI, POJOKSATU.id - Penanganan kasus kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur terus menuai sorotan publik. Sorotan utama mengemuka pasca-penetapan masinis sebagai tersangka serta ditemukannya indikasi kendala pada sistem persinyalan, di tengah maraknya polemik dan opini yang berkembang di media sosial.

Pengamat kebijakan publik, Adib Miftahul, menegaskan bahwa penegakan hukum dan pengusutan tragedi ini tidak boleh hanya berhenti pada petugas di lapangan. Menurutnya, hasil investigasi keselamatan harus ditelusuri secara menyeluruh hingga ke akar permasalahan operasional.

“Temuan investigasi keselamatan harus menjadi dasar untuk menelusuri seluruh kemungkinan faktor penyebab, termasuk sistem persinyalan, komunikasi darurat, prosedur operasional, dan pembagian tanggung jawab antarlembaga,” kata Dosen FISIP ini saat dikonfirmasi, Minggu, 11 Oktober 2026.

Adib mengkritisi pentingnya memeriksa seluruh rantai tanggung jawab keselamatan perkeretaapian. Apabila terbukti terdapat kelemahan sistem, kewenangan operasional lembaga terkait juga harus diuji secara transparan berbasis fakta dan bukti hukum.

Di sisi lain, ruang digital diwarnai polemik serangan narasi terhadap jajaran direksi KAI. Salah satunya unggahan di salah satu akun Instagram yang menuding manajemen KAI kurang berempati lantaran menggelar perayaan HUT perusahaan pasca-kejadian.

Namun, narasi tersebut memicu gelombang pembelaan dari netizen yang menilai langkah direksi KAI sudah proporsional, mulai dari pemberian santunan, pendampingan hukum bagi masinis, hingga penegasan bahwa perayaan HUT merupakan agenda rutin tahunan bagi jajaran karyawan.

Adib pun mengingatkan agar hiruk-pikuk dan dinamika opini publik di media sosial tidak sampai mengaburkan substansi utama dari pembenahan keselamatan transportasi publik.

“Jangan sampai polemik di media sosial menggeser substansi persoalan. Yang harus menjadi prioritas adalah mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh, memastikan pertanggungjawaban berdasarkan bukti, dan mencegah tragedi serupa terulang,” pungkasnya.