POJOKSATU.id - Seorang TKW (tenaga kerja wanita) asal Kabupaten Bekasi, Aas binti Sajam, meminta pertolongan kepada Presiden Jokowi lewat video berdurasi 59 detik.

Video itu beredar di sejumlah media sosial dan grup Whatsapp.

Aas diketahui berasal dari Kampung Pulo Rengas, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

"Assalumualaikum Aas binti Sajam saya berasal dari Bekasi, Cabangbungin," tutur dia.

"Saya ke Arab Saudi diberangkatkan sponsor saya Ummu Sohib, Karni dan agen saya Pak Ibnu," sambung dia.

Baca Juga: Sambil Menangis, TKW asal Kabupaten Bekasi Minta Tolong Presiden Jokowi Agar Bisa Pulang

"Saya bekerja di rumah majikan. Majikan saya kurang baik dan majikan saya kasar dengan saya," masih kata dia pada video itu.

Kemudian, Aas meminta bantuan kepada Presiden Jokowi agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Saat itu, air mata mulai mengucur dari matanya.

"Saya minta tolong secepatnya kepada Bapak Jokowi pulangkan saya ke Indonesia. Saya mohon bantuannya kepada Bapak Jokowi, pulangkan saya ke negara Indonesia," kata dia.

Berdasarkan informasi yang diterima, Aas merupakan seorang orang tua tunggal. Dia meninggalkan anaknya di Sindangjaya demi mencari nafkah.

Baca Juga: Kabarnya Sudah Sampai ke Bupati, Disnaker Ditugaskan Datangi Kediaman Keluarga TKW di Cabangbungin

Mukti Ali, 54 tahun, kerabat Aas, mengatakan keluarga sebenarnya melarang kepergiannya menjadi TKW ke Arab Saudi.

"Tapi memang kondisi Aas yang sendiri, kemudian ada tanggungan, dia bingung mencari rezeki ke mana," tutur dia.

"Akhirnya ada sponsor yang mengiming-imingi dan itu ambil keputusan," ucap dia.

Saat ini keluarga berusaha memulangkan Aas secepatnya.

"Jawaban dari agen di syirkah, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi karenea kontrak Aas selama dua tahun," ucap dia.

Sementara, belum genap dua tahun tetapi Aas meminat pulang, maka Mukti menyebut ada ganti rugi yang harus ditunaikan.

TKW asal Kabupaten Bekasi itu merupakan anak tertua dari 3 bersaudara. Orang tuanya, kata Mukti, hanyalah pekerja serabutan.***