BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Desa (Pemdes) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, meminta agar proses pembangunan Kantor Desa Burangkeng dapat ditingkatkan kecepatannya supaya fasilitas tersebut segera bisa digunakan untuk melayani warga.
Seperti yang telah diketahui, kantor desa yang lama terdampak oleh proyek pembangunan tol Jakarta-Cikampek 2. Sebagai gantinya, pihak pengelola tol bertanggung jawab untuk membangun kembali kantor desa di lokasi baru.
"Menurut saya, proses pembangunannya sangat lambat. Sudah tiga bulan berjalan, tapi tahapan pembangunannya masih seperti itu saja, belum ada kemajuan yang berarti," ujar Lurah Burangkeng, Nemin, Rabu, 29 Januari 2025.
Baca Juga: Lurah Nemin Sambut Baik Ada Banyak Kegiatan Pembangunan di Desa Burangkeng
Saat ini, para aparatur Pemerintah Desa Burangkeng terpaksa menggunakan rumah pribadi di Mustika Grande sebagai kantor sementara hingga kantor baru selesai dibangun.
"Saya berharap proses pembangunan atau pihak yang bertanggung jawab atas proyek ini bisa mempercepat pekerjaannya. Jangan sampai Tahun 2025 nanti kantor ini belum selesai. Pelayanan kepada masyarakat bisa terganggu jika pembangunannya terus tertunda," jelasnya.
Nemin menambahkan bahwa luas dan desain Kantor Desa Burangkeng yang baru disesuaikan dengan kantor desa lama, yang telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Musrenbangdes Burangkeng, Momen Warga Ajukan Usulan untuk Kegiatan Tahun 2026
"Semua sudah disepakati bersama, mulai dari lokasi, gambar, hingga siteplan-nya. Kami juga sudah menyiapkan anggaran untuk peresmian kantor pada Tahun 2025," ungkap dia.
Saat ini, berdasarkan pantauan awak media, progres pembangunan baru mencapai tahap pemasangan tiang pancang.***




