BEKASI.POJOKSATU.id - Banjir di Desa Huripjaya menjadi makan sehari-hari bagi warga desa yang berada di Kecamatan Babelan tersebut.

Sejak Januari 2025, salah satu desa terluar di Kabupaten Bekasi itu dilanda banjir rob. Kemudian pada Februari dan Maret banjir akibat limpasan Sungai CBL terjadi.

"Masalah utama adalah drainase yang tidak memadai. Kami tidak memiliki drainase yang mumpuni. Saya berharap pemerintah desa, dewan, menteri, dan bupati dapat membangun drainase yang layak untuk Desa Hurip Jaya, agar ke depannya tidak terjadi banjir lagi," ucap Sekretaris Desa Huripjaya, Fahrul Aktual, baru-baru ini.

Baca Juga: Desa Huripjaya Sudah Terendam Banjir Sejak 3 Bulan Terakhir

"Drainase kita ada sungai kecil, tetapi kurang besar dan pintu airnya kurang layak. Air tidak bisa ditahan, terutama saat ada kiriman dari Bogor. Jika ditahan, pintu air bisa jebol. Kami sangat mengharapkan pembangunan pintu air yang lebih baik," sambung Fahrul.

Pemerintah Desa sudah mengajukan perbaikan pintu air berkali-kali, tetapi tidak pernah disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

"Padahal, ini sangat mendesak dan selalu kami masukkan dalam 10 prioritas utama Desa Hurip Jaya," ucap dia.

Baca Juga: Mega Bekasi Hypermall Targetkan Beroperasi Kembali Usai Terendam Banjir

"Warga sudah terbiasa dengan kondisi ini, mau tidak mau harus diterima. Kemarin, saya sudah berbicara dengan Bapak Dewan Dapil 5 untuk membangun tanggul dan drainase di wilayah RT 03 dan 04," demikian kata dia.***