BEKASI.POJOKSATU.id - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bekasi turut berdampak pada gangguan pasokan air baku yang digunakan Perumda Tirta Bhagasasi untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.

Kepala Bagian Produksi Perumda Tirta Bhagasasi Sugeng Riyadi menjelaskan bahwa banjir di aliran Kali Bekasi menyebabkan peningkatan debit air, sehingga berdampak pada sistem distribusi air ke wilayah utara Kabupaten Bekasi.

“Dalam kondisi normal, aliran Kali Bekasi diarahkan ke saluran irigasi menuju daerah seperti Babelan, Pondok Ungu, dan Tarumajaya. Ini diatur melalui Bendung Bekasi untuk memenuhi kebutuhan irigasi, air baku, serta pengendalian banjir,” ujar Sugeng dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: 180 Siswa Ikuti Uji Coba Sekolah Rakyat di Bekasi, Gus Ipul: Untuk Anak yang Terpinggirkan

Namun, Perum Jasa Tirta II (PJT II) sebagai pengelola sumber daya air, membuka seluruh pintu air di Bendung Bekasi untuk mempercepat aliran ke hilir dan mengurangi potensi banjir.

“Keputusan tersebut memang diperlukan secara teknis, tetapi menyebabkan berkurangnya suplai air ke saluran irigasi utara, termasuk sistem pengambilan air baku milik Tirta Bhagasasi,” imbuh Sugeng.

Akibatnya, beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami penurunan pasokan air baku yang dapat berdampak pada distribusi air bersih.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Tegaskan Tidak Ada Kompensasi untuk Penggusuran Bangunan Liar di Pulo Timaha

Meski begitu, Tirta Bhagasasi memastikan pelayanan tetap dijaga dengan melakukan pemantauan intensif dan koordinasi bersama pihak terkait agar distribusi air bersih ke masyarakat tetap berjalan lancar.***