BEKASI.POJOKSATU.ID – Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi, memfasilitasi pertemuan antara warga Kampung Rawa Gelaga dengan pihak proyek Tol Japek 2 Selatan terkait tuntutan akses jalan yang terputus. Pertemuan berlangsung di kantor desa setelah sebelumnya warga sempat melakukan aksi protes pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Rudi mengatakan, pihak tol menyarankan agar desa membuat surat resmi kepada Bupati Bekasi untuk diteruskan ke Kementerian PUPR. Hal ini sebagai langkah agar tuntutan warga mendapat tindak lanjut dan realisasi jalan pengganti.
Baca Juga: Jalan Putus Karena Tol Japek 2, Kades Kertarahayu Minta Akses Pengganti untuk Warga
“Pihak tol minta kami mengajukan surat ke Bupati. Nanti Bupati yang akan bersurat ke PUPR. Insya Allah, sudah kami tindaklanjuti. Harapan saya, ada jalan akses pengganti sebelum pembangunan selesai, jangan sampai setelah tol jadi baru dipikirkan,” ujar Rudi, Kamis, 2 Oktober 2025.
Ia menambahkan, saat ini warga terpaksa memutar jauh melalui jalur Ontel dan Bojong untuk menuju wilayah seberang, termasuk bagi anak-anak SMP Negeri 31 yang berlokasi di seberang jalan tol.
“Kalau tidak ada jalan pengganti, kasihan warga, apalagi anak sekolah. Jadi saya harap segera ada solusi,” kata dia menegaskan.***




