BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan rembuk stunting 2025 pada Rabu pagi, 10 Desember 2025, bertempat di Rumah Makan Saung Apung.
Acara ini dihadiri oleh puluhan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama para kader posyandu dari seluruh wilayah desa. Kepala Desa Tamansari, M. Jahi Hidayat, menyampaikan harapannya agar forum ini mampu menghasilkan rencana yang lebih efektif untuk mempercepat penurunan stunting pada tahun mendatang.
"Alhamdulillah dari tahun 2024 ke 2025 sudah menurun. Pencegahan ini menjadi sangat penting untuk 2026 agar setiap tahun upaya pemerintah desa dalam menurunkan stunting semakin serius," ujar Jahi.
Baca Juga: Pemdes Tamanrahayu Bangun 2 Jalan Lingkungan Demi Kelancaran Mobiltas Warga
Ia menjelaskan bahwa Pemdes Tamansari secara rutin menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak-anak serta terus memperkuat peran kader posyandu.
"Kader harus terus bersemangat dan serius karena ini sifatnya sosial. Dengan semangat para kader, harapan kita ke depan bisa lebih baik," jelasnya.
Jahi juga menegaskan komitmen pemerintah desa untuk melengkapi fasilitas posyandu dan memaksimalkan insentif bagi para kader.
"Sangat kami dukung, baik fasilitas maupun peralatan posyandu, termasuk penambahan insentif yang akan kami perjuangkan," katanya.
Baca Juga: Eks Sekwan DPRD Bekasi Ditahan Kejati Jabar Terkait Korupsi Tunjangan Perumahan Rp20 Miliar
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tamansari, Mela Mustofa, turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah desa dalam memperkuat kader posyandu.
"Stunting memang tidak bisa dihilangkan, tapi bisa ditekan. BPD sangat mendukung penguatan kader posyandu, mulai dari alat, fasilitas hingga insentif. Stunting ini kan program pemerintah," tuturnya.***




