BEKASI.POJOKSATU.ID - Penumpukan truk sampah kembali terjadi di TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Senin 22 Desember 2025.
Kondisi ini memperlihatkan krisis pengelolaan sampah yang belum juga menemukan solusi permanen.
Antrean truk pengangkut sampah terlihat mengular panjang sejak pagi hari dan hingga siang belum menunjukkan tanda-tanda akan terurai.
Baca Juga: KPK Kembali Geledah Kantor Pemkab Bekasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bupati Bekasi
Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan puluhan truk sampah mendominasi akses jalan menuju area pembuangan utama.
Kendaraan berukuran besar dengan terpal penutup berwarna biru dan merah tampak berjejer rapat, menciptakan kemacetan serius yang dikeluhkan para sopir.
Seorang saksi di lokasi menyebut antrean truk sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Dorong Tata Kelola Bersih, Percepat Anggaran dan Rencana Pendampingan KPK
Bahkan, kemacetan disebut nyaris menyentuh akses jalan tol, sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas umum.
“Sudah dari pagi antreannya enggak bergerak banyak. Katanya sampai dekat tol,” ujar seorang warga yang melintas di sekitar kawasan TPA Burangkeng.
Sumber utama kemacetan diduga berasal dari kondisi “kolam” atau area penampungan sampah di dalam TPA yang telah penuh.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Tekankan Stabilitas Pemerintahan dan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Normal
Kapasitas tampung yang terbatas membuat proses bongkar muat berjalan sangat lambat.
Truk-truk yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi terpaksa mengantre berjam-jam hanya untuk menurunkan muatan.
Di tengah kondisi tersebut, gunungan sampah terlihat kian menjulang.
Sejumlah alat berat seperti ekskavator masih terus beroperasi untuk meratakan dan menata sampah.
Namun, upaya tersebut dinilai tidak sebanding dengan volume sampah harian yang terus masuk tanpa henti.
Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota Larang Kembang Api Saat Malam Tahun Baru, Warga Diajak Gelar Doa Bersama
Situasi ini kembali memunculkan kekhawatira terhadap daya tampung TPA Burangkeng yang selama ini menjadi tulang punggung pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi.
Berulangnya penumpukan truk menandakan bahwa sistem pengelolaan sampah belum beranjak dari pola darurat, tanpa perencanaan jangka panjang yang matang.
Para sopir truk menjadi pihak yang paling terdampak.
Mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam di dalam antrean, menunggu giliran yang tak kunjung tiba.
Kondisi ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga berdampak pada jadwal pengangkutan sampah di wilayah lain.
“Kalau di sini macet, otomatis pengangkutan ke tempat lain juga terganggu. Sampah bisa menumpuk di TPS,” keluh salah satu sopir truk.
Baca Juga: Nggak Perlu Pusing Urus Pembukuan, Aplikasi Akuntansi Bikin Ritel Lebih Rapi!
Penumpukan di TPA Burangkeng juga berpotensi memicu dampak lanjutan, mulai dari bau menyengat, risiko pencemaran lingkungan, hingga ancaman kesehatan bagi warga sekitar.
Ironisnya, kondisi serupa telah berulang kali terjadi tanpa solusi komprehensif yang benar-benar dijalankan.
Hingga berita ini diturunkan, antrean truk sampah masih berlangsung dan belum ada keterangan resmi terkait langkah darurat untuk mengurai kepadatan.
Publik pun kembali mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi persoalan sampah yang kian hari semakin akut.
Tanpa perubahan sistemik, TPA Burangkeng dikhawatirkan akan terus menjadi simbol kegagalan pengelolaan sampah.
Sementara warga dan petugas lapangan harus menanggung dampaknya.***




