BEKASI.POJOKSATU.ID - Ratusan warga di Kampung Bendungan dan Kampung Kebun Bokor, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, berharap bantuan MBG terus berlanjut selama banjir masih merendam permukiman mereka.

Hingga kini, kondisi banjir belum menunjukkan tanda-tanda akan segera surut, sementara akses warga terhadap bahan pangan semakin terbatas.

Banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum membuat aktivitas warga lumpuh.

Baca Juga: Banjir Tak Bisa Ditangani Sendiri, Pemkab Bekasi Gandeng Pemprov Jabar dan BWS

Jalan lingkungan terendam, distribusi bahan pangan terhambat, dan sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Dalam kondisi tersebut, kehadiran MBG dinilai sangat membantu, terutama bagi keluarga yang tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

Salah satu warga Kampung Bendungan, Isah (48), mengaku sangat berharap program MBG tetap hadir selama banjir belum surut.

Baca Juga: Tanggul Jebol Muara Gembong, BBWSC: Penanganan Permanen Butuh Perencanaan Matang

Menurutnya, bantuan makanan siap saji menjadi solusi paling nyata di tengah keterbatasan yang dihadapi warga.

"Alhamdulillah sekarang sudah dapat MBG. Bersyukur banget, sekeluarga saya kebagian. Kalau banjir masih seperti ini, kami berharap bantuan makanannya terus ada," ujar Isah.

Ia menuturkan, sebelum adanya MBG, keluarganya hanya bisa mengonsumsi makanan seadanya.

Baca Juga: Sekolah Terendam Banjir, Makan Bergizi Gratis Dialihkan untuk Warga Muaragembong

Akses ke pasar dan warung makan cukup jauh, sementara kondisi jalan yang tergenang membuat mobilitas semakin sulit.

"Tadi pagi saja kami cuma makan mi instan. Tukang sayur tidak lewat karena banjir, mau cari makan keluar juga susah," katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Pantai Bakti, Ika Swastika, mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran warga terkait kelanjutan bantuan.

Menurutnya, MBG akan terus diupayakan selama kondisi darurat masih berlangsung, meski tetap menyesuaikan dengan ketersediaan dan koordinasi lintas pihak.

"Kami melihat langsung kebutuhan warga di lapangan. Selama banjir masih ada dan aktivitas belum normal, tentu kami berupaya agar bantuan MBG tetap bisa berjalan," ujar Ika.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Agen Perubahan, Siswa SMPN 17 Bekasi Diminta Berani Lawan Perundungan

Ia menjelaskan, pada hari pertama pendistribusian, sekitar 500 paket MBG telah disalurkan di tiga titik lokasi banjir.

Paket makanan tersebut disusun dengan memperhatikan kebutuhan gizi warga, terutama anak-anak dan lansia.

Di sisi lain, Camat Muaragembong, Sukarmawan, menyebut kondisi banjir yang belum menentu membuat pemerintah daerah harus bersiap dengan bantuan lanjutan.

Baca Juga: Jalan Patria Jaya IV Kembali Makan Korban, Begal Mengganas di Pondok Melati Bekasi

Ia menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan, sembari menunggu penanganan tanggul Sungai Citarum yang jebol.

"Kondisi banjir ini belum bisa dipastikan kapan surutnya. Pemerintah tentu akan menyesuaikan langkah dan bantuan sesuai dengan perkembangan di lapangan," tegasnya.

Warga berharap, selain MBG, bantuan lanjutan seperti kebutuhan logistik dan perbaikan infrastruktur dapat segera direalisasikan agar kehidupan mereka bisa kembali normal.***