BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat merespons peristiwa pergerakan tanah dan longsor yang melanda Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.
Langkah mitigasi dan pencegahan langsung disiapkan untuk mengantisipasi longsor susulan, menyusul kerusakan rumah warga akibat hujan deras dan kondisi tanah yang terus bergerak.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Desa Serang telah melakukan asesmen awal di lokasi terdampak, termasuk Komplek Kodam dan Perumahan Imanan Extension.
Baca Juga: Trotoar Bukan Lapak Dagang, PKL di Depan Pasar Permata Ditertibkan
Hasil sementara menunjukkan bahwa longsor dipicu oleh kombinasi tanah gembur dan erosi di bantaran Sungai Cikadu yang semakin parah saat diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
“BPBD sudah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk penanganan awal,” ujar Pj Kepala Desa Serang, Achmad Fadilah, Kamis 22 Januari 2026.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah desa tengah menyiapkan rencana pemasangan bronjong di titik-titik rawan longsor.
Baca Juga: Mogok Pedagang Daging Picu Kerugian Rp2 Miliar per Hari di Bekasi
Bronjong tersebut diharapkan dapat menahan pergerakan tanah sekaligus mengurangi dampak erosi sungai yang terus menggerus bantaran.
“Kami berupaya memberikan kontribusi dalam penanganan pergerakan tanah melalui koordinasi penyediaan bronjong, terutama di area bantaran Sungai Cikadu,” kata Achmad.
Koordinasi juga dilakukan dengan unsur TNI, mengingat sebagian lokasi terdampak berada di lingkungan Komplek Kodam.
Baca Juga: Ratusan Pedagang Daging Bekasi Mogok Massal, Pasar Baru Jadi Simbol Perlawanan
Pemerintah desa telah melaporkan kondisi terkini kepada Kodim setempat guna memastikan penanganan berjalan terpadu dan tidak tumpang tindih.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, Pemdes Serang juga mengusulkan dukungan dari sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak diharapkan dapat membantu penanganan infrastruktur lingkungan yang rusak akibat longsor.
“Kami juga mengajukan dukungan program CSR dari perusahaan di wilayah sekitar untuk penanganan infrastruktur terdampak lainnya,” tandas Achmad.
Langkah mitigasi ini menjadi krusial mengingat tanah di lokasi terdampak masih berpotensi bergerak, terutama jika hujan kembali turun.
Baca Juga: Kabag Kesra Pemkab Bekasi Meninggal Dunia di Tol Cipularang
Warga diminta tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda retakan atau pergeseran tanah baru.
BPBD Kabupaten Bekasi juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan stabilitas tanah di kawasan tersebut.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, sembari menyiapkan penanganan jangka menengah agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Dengan asesmen teknis, koordinasi lintas instansi, serta dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap upaya mitigasi ini mampu meminimalkan risiko dan memberikan rasa aman bagi warga Desa Serang yang terdampak bencana.***




