BEKASI.POJOKSATU.ID - Seorang penarik eretan bernama Galang (25), warga Kampung Pangkalan Poncol, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, dilaporkan tenggelam di aliran Kali Bekasi pada Minggu, 1 Februari 2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sehari-hari bekerja sebagai penarik perahu eretan di wilayah tersebut. Sebelum kejadian, Galang bersama sejumlah rekannya diketahui tengah melakukan aktivitas penebangan pohon di sekitar aliran sungai.

Salah seorang warga setempat, Eriyuloh (49 tahun), menjelaskan bahwa setelah pekerjaan selesai, korban berniat membersihkan diri lantaran tangan dan kakinya dipenuhi lumpur.

“Nebang kayu dulu, terus kumpul di perahu. Pas korban cuci tangan nyebur,” ujar Eriyuloh kepada awak media, Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga: Usulan Pemdes Cikarageman di Musrenbangdes Prioritaskan Perbaikan Jalan dan PJU

Melihat Galang tercebur ke sungai, rekan-rekannya sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus di bagian bawah Kali Bekasi membuat korban dengan cepat terseret dan menghilang dari permukaan air.

“Temannya coba menolong tapi gak tertolong. Yang tercebur satu orang, kawannya nolongin sekitar 15 menit, lalu korban langsung hilang,” ungkapnya.

Usai kejadian, tim SAR gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Desiana Kartika Bahari, mengatakan bahwa selain penyisiran air, pencarian juga dilakukan melalui pemantauan visual dari jalur darat.

“Pemantauan secara visual dilakukan di sepanjang aliran Kali Bekasi hingga radius kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian,” jelas Desiana.

Baca Juga: Data Terkini Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bekasi: 210 Kejadian dan Ribuan Mengungsi di 16 Titik

Ia menambahkan, puluhan personel SAR gabungan terlibat dalam operasi pencarian korban. Unsur yang dikerahkan meliputi Unit Siaga SAR Bekasi, Polsek Tambelang, Babinsa, RTB, Senkom, Semut Rescue, LAI, Saka SAR, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap penarik eretan yang tenggelam tersebut masih terus dilakukan.***