BEKASI.POJOKSATU.id - Banjir masih merendam permukiman warga di Kampung Penombo, Desa Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.
Genangan air yang menggenang di permukiman warga, sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Ini membuat aktivitas warga terganggu, bahkan akses transportasi darat lumpuh total.
Pantauan di lokasi, ketinggian air di sejumlah titik bervariasi. Pada titik terdalam, genangan mencapai sekitar 2 meter. Sementara di titik terendah, ketinggian air berkisar 40 hingga 50 sentimeter.
Untuk itu, warga terpaksa harus menggunakan perahu untuk sarana transportasi utama untuk beraktivitas sehari-hari. Seluruh jalan di lingkungan permukiman terendam banjir, sehingga jalur air menjadi satu-satunya akses yang dapat dilalui warga untuk beraktivitas.
“Kalau mau keluar rumah ya pakai perahu. Jalan sudah enggak bisa dilewatin sama sekali,” kata Karim, salah satu warga setempat, Rabu 4 Februari 2026.
Karim menyebut banjir berkepanjangan yang terjadi di wilayahnya diduga kuat disebabkan meluapnya Kali Citarum dan Kali Bekasi.
Baca Juga : Berkali-kali Jebol, Tanggul Darurat di Muara Gembong Kian Mengkhawatirkan
Selain itu, Kata Karim, bahwa hujan yang terjadi merata di wilayah hulu memperparah kondisi banjir di Muaragembong.
“Karena hujannya hampir merata, jadi yang di bawah sini yang terdampak banjir,” jelas dia.
Warga Kampung Penombo pun berharap adanya langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun pemerintah pusat untuk menangani bencana banjir yang terus berulang setiap musim hujan.
Baca Juga : Pergerakan Tanah Terjang Perumahan Serangbaru, Pembangunan Diduga Abaikan Keamanan Lereng
Selain bantuan logistik, masyarakat meminta adanya solusi jangka panjang agar banjir tidak menjadi langganan. Mereka menilai perlu ada perbaikan tanggul secara permanen serta normalisasi sungai guna memperlancar aliran air.
“Harapannya ada penanganan serius. Bukan cuma bantuan, tapi juga solusi permanen seperti tanggul diperbaiki dan sungainya dinormalisasi,” ujar Karim.
Warga juga mendesak agar penanganan segera dilakukan untuk mempercepat penyusutan air, mengingat banjir yang berkepanjangan semakin menyulitkan kehidupan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.***




