BEKASI.POJOKSATU.ID - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, badan amil zakat nasional Kabupaten Bekasi menunjukkan komitmen solidaritasnya dengan menyalurkan delapan ekor sapi untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pelaksanaan tradisi Meugang, sebuah tradisi khas Aceh yang sarat makna spiritual menjelang bulan suci.

Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, H. Aminullah, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan empati nyata bagi saudara-saudara yang sedang mengalami musibah.

Baca Juga: Di Tengah Luka Banjir, Bantuan Baznas Bekasi Hidupkan Kembali Tradisi Meugang dan Optimisme Warga

Menurutnya, bantuan sapi Meugang ini bukan sekadar distribusi bahan pangan, tetapi bagian dari penguatan spiritual masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.

“Kami hadir untuk membersamai masyarakat Aceh Tamiang agar tetap semangat menyambut Ramadan, meski di tengah situasi pascabencana,” ujar H. Aminullah, Selasa 17 Februari 2026.

Tradisi Meugang sendiri memiliki nilai historis dan religius yang mendalam bagi masyarakat Aceh.

Baca Juga: Okupansi Naik 43,8 Persen, Trans Bekasi Keren Didorong Jadi Solusi Kemacetan Kota

Momentum ini biasanya dirayakan dengan menyembelih hewan dan membagikan daging untuk disantap bersama keluarga, sebagai simbol rasa syukur sekaligus persiapan spiritual memasuki Ramadan.

Dalam situasi pascabanjir, banyak keluarga mengalami kesulitan ekonomi sehingga pelaksanaan tradisi tersebut berpotensi terhambat.

Aminullah menekankan bahwa kehadiran Baznas bertujuan menjaga nilai-nilai kebersamaan tetap hidup, meskipun masyarakat sedang menghadapi tantangan berat.

Baca Juga: Jalan Berlubang dan Drainase Jebol, Pemkab Bekasi Kebut Izin Kemendagri Demi Keselamatan Warga

“Meugang bukan sekadar menyembelih sapi atau makan bersama, tetapi memiliki nilai spiritualitas dan emosional yang mendalam bagi rakyat Aceh,” tegasnya.

Proses distribusi bantuan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang.

Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi dhuafa dan penyintas banjir, serta menghindari potensi tumpang tindih dengan bantuan lain dari pemerintah pusat maupun Baznas RI.

“Kami memastikan bantuan ini terdistribusi secara adil dan terdata dengan baik sehingga tidak terjadi duplikasi, serta benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan,” tambah Aminullah.

Ketua Baitul Mal Kabupaten Aceh Tamiang, M. Nurdin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Perkuat Budaya Inovasi Usai Perda Inovasi Daerah Disahkan

Ia menyebut bantuan delapan ekor sapi sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana.

“Alhamdulillah, Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan delapan ekor sapi untuk Meugang dari Baznas Kabupaten Bekasi, ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Ramadan, lanjutnya, bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum mempererat solidaritas sosial.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Larang THM Beroperasi Selama Ramadan 2026

Bantuan lintas daerah ini menjadi bukti bahwa zakat dan kepedulian sosial mampu menghadirkan harapan serta memperkuat ukhuwah antarwilayah.

Melalui langkah tersebut, Baznas Kabupaten Bekasi berharap nilai-nilai Ramadan seperti empati, kebersamaan, dan kepedulian dapat terus tumbuh, tidak hanya di Aceh Tamiang tetapi juga di seluruh Indonesia.

Solidaritas yang terbangun menjelang bulan suci ini diharapkan menjadi energi positif bagi masyarakat untuk bangkit dan menyongsong Ramadan dengan penuh optimisme.***