BEKASI.POJOKSATU.ID - Kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu, 21 Februari 2026, berlangsung meriah dengan antusiasme ribuan warga.

Agenda yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu menjadi ajang penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kepemimpinan adalah perjalanan pengabdian yang harus mempermudah kehidupan masyarakat.

“Sekali lagi, hidup itu adalah perjalanan, maka jalan itu harus mulus dan lurus, dan kalau ada kelokan, kelokannya harus indah,” ujarnya.

Baca Juga: 22 Desa Terendam, Warga Kabupaten Bekasi Hadapi Ramadan di Tengah Bencana Banjir

Ia menjelaskan, dalam perspektif Islam penyelenggara negara dianalogikan sebagai amilin atau pengelola amanah publik. Karena itu, pengelolaan anggaran harus proporsional agar manfaatnya optimal.

“Amilin itu tidak boleh terlalu besar mengambil bagian, batasnya sekitar 10 sampai 15 persen. Kalau terlalu besar, sisa anggaran untuk rakyat menjadi kecil dan pembangunan sulit bergerak cepat,” tegasnya.

Dedi juga menyoroti belanja daerah yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dasar seperti perbaikan sekolah dan infrastruktur jalan.

“Tugas penyelenggara negara itu membereskan perut rakyat agar tidak ada yang lapar, membereskan sekolah supaya tidak ada anak yang putus sekolah, dan memastikan jalan tidak berlubang,” kata dia.

Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Sambut Dandim Baru, Tekankan Keamanan dan Iklim Investasi

Ia mendorong keterbukaan anggaran kepada publik sebagai langkah membangun kepercayaan.

“Kita umumkan secara terbuka, kita punya uang sekian, belanjanya sekian, peruntukannya sekian, rakyat harus tahu sampai titik koma anggaran kita,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dampak pembangunan di wilayah hulu terhadap banjir di hilir seperti Bekasi.

“Kalau wilayah pegunungan dibangun hotel dan perumahan semua, airnya jatuh ke mana? Ke Bekasi. Kalau sungainya dangkal dan penuh sampah, banjir tidak bisa dihindari,” ungkap dia.***