BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemkab Bekasi salurkan bantuan untuk korban banjir dan longsor jelang Ramadan, pastikan warga tetap bisa berpuasa dengan layak.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan beban masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan.
Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar agar warga tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman di tengah situasi darurat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi per 22 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung melanda sejumlah wilayah.
Desa Hurip Jaya, Desa Muarabakti, Desa Kedung Pengawas, dan Desa Buni Bakti menjadi beberapa titik terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.
Puluhan kepala keluarga terdampak, sementara belasan hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami kerusakan.
Baca Juga: Proyek Pengendali Banjir Tersendat Lahan, Pemkot Bekasi Akui Pembebasan Jadi Kendala Utama
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan pendataan dan evakuasi warga.
Titik-titik pengungsian didirikan untuk menampung warga yang rumahnya terendam atau tidak lagi aman ditempati.
Bantuan logistik mulai dari kebutuhan pangan, perlengkapan darurat, hingga dukungan lain disalurkan secara bertahap.
Baca Juga: Proyek Galian Tanpa Izin, Tri Adhianto Minta Pengawasan Wilayah Diperketat
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menegaskan bahwa perhatian terhadap korban bencana semakin ditingkatkan karena masyarakat akan segera memasuki bulan Ramadan.
Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial.
“Pemerintah daerah bersama unsur relawan berupaya memastikan warga terdampak tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan layak, meskipun berada dalam situasi bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan makan sehari-hari, tetapi juga memastikan ketersediaan perlengkapan dasar agar warga bisa beribadah dengan lebih nyaman.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada warga yang merasa sendirian menghadapi bencana, terlebih menjelang bulan suci.
Baca Juga: Tri Adhianto Hentikan Proyek Galian Kabel Optik di Kaliabang Tengah
Selain BPBD, penanganan bencana juga melibatkan TNI, Polri, Dinas Sosial, Baznas, PMI, serta relawan kebencanaan lainnya.
Sinergi ini menjadi wujud nyata solidaritas lintas sektor dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Di sejumlah lokasi, relawan terlihat membantu membersihkan rumah warga dari sisa lumpur dan puing-puing, sementara tim logistik mendistribusikan paket bantuan secara langsung.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Harap Logo HUT ke-29 Jadi Simbol Semangat Pembangunan dan Kesejahteraan
Suasana haru dan kebersamaan terasa ketika bantuan tiba di titik-titik terdampak.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna mempercepat proses pemulihan wilayah.
Langkah antisipatif disiapkan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Link Download Logo HUT ke-29 Kota Bekasi
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Warga yang mengalami kondisi darurat diminta segera melaporkan kepada aparat setempat agar penanganan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Menjelang Ramadan, bantuan ini diharapkan menjadi penguat semangat bagi warga terdampak untuk tetap tegar dan optimistis.
Di tengah ujian bencana, nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial justru semakin terasa, menghadirkan harapan bahwa kebersamaan dapat meringankan beban yang ada.***




