BEKASI.POJOKSATU.id - Panitia Pilkades Tamansari Targetkan Data PemilihPanitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tamansari menaruh perhatian besar terhadap akurasi daftar pemilih dalam Pilkades Tahun 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka rekrutmen petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) sejak Jumat, 12 Juni 2026.
Ketua Panitia Pilkades Tamansari, Mela Mustofa, mengatakan kualitas daftar pemilih menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan pemilihan yang demokratis dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita tahu bahwa dalam setiap pemilu atau pemilihan, persoalan yang sering menjadi perhatian adalah daftar pemilih," ujar Mela.
Baca Juga: Pilkades Tamansari 2026 Buka Rekrutmen Pantarlih, Siapkan 18 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih
Menurutnya, melalui perekrutan petugas Pantarlih sejak dini, panitia berharap proses pemutakhiran data dapat dilakukan secara lebih matang dan terencana.
"Oleh karena itu, dengan persiapan yang lebih matang sejak awal, kami berharap ketika pelaksanaan pendataan pemilih dilakukan, hasilnya benar-benar akurat, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Mela menjelaskan, panitia saat ini menyiapkan 18 petugas Pantarlih yang akan bertugas melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih di lapangan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan estimasi kebutuhan TPS di Desa Tamansari.
Dalam perekrutan tersebut, panitia menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon petugas, antara lain merupakan warga Desa Tamansari yang dibuktikan dengan KTP setempat, berdomisili di wilayah tersebut, minimal berusia 17 tahun, memiliki ijazah pendidikan, serta mampu menggunakan teknologi informasi.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Terapkan Sistem Boarding School, Mampu Tampung 1.080 Siswa
"Pada usia tersebut kami menganggap kematangan berpikir dan sikap mereka sudah mulai bisa diandalkan," jelasnya.
Pendaftaran calon Pantarlih dibuka selama tiga hari mulai 8 hingga 13 Juni 2026. Apabila jumlah pendaftar melebihi kebutuhan, panitia akan melakukan seleksi melalui wawancara.
Mela berharap petugas yang nantinya terpilih mampu menjalankan tugas secara profesional dan menghasilkan data pemilih yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
"Dengan demikian, data yang dihasilkan benar-benar merupakan hasil pendataan yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan," pungkasnya.***




