BEKASI.POJOKSATU.id - Warga Kampung Tegal Danas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan debu yang diduga berasal dari aktivitas sejumlah batching plant di kawasan tersebut.

Sebagai bentuk protes, warga memasang sejumlah spanduk bertuliskan "Tegal Danas Darurat Debu Imbas Tumpahan Cor-coran" di beberapa lokasi yang terdampak.

Salah seorang warga, Yohana (39 tahun), mengatakan debu diduga berasal dari material beton yang tercecer dari truk molen saat mengangkut beton siap pakai menuju kawasan industri di sekitar Tegal Danas.

"Informasi yang kami dengar, beton itu dipasok ke kawasan industri. Bahkan ada yang menyebut beberapa batching plant dimiliki perusahaan asing. Kalau memang memasok ke kawasan industri, kenapa fasilitasnya berada di tengah permukiman sehingga masyarakat yang menerima dampaknya," ujar Yohana, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga: Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi, Lebih dari 30 Ribu Warga Terdampak

Ia menuturkan hingga kini belum ada solusi yang dinilai mampu menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh. Karena itu, warga berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi aktivitas yang diduga menjadi sumber pencemaran debu karena dinilai mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

Keluhan serupa disampaikan Tarman (47 tahun). Dia menduga sumber debu diduga berasal dari ceceran beton cair yang sering tumpah dari tabung truk molen di sepanjang jalan.

Material tersebut kemudian mengering dan hancur akibat dilindas kendaraan bertonase besar sehingga berubah menjadi debu halus yang beterbangan hingga ke kawasan permukiman.

"Keberadaan batching plant juga menambah potensi gangguan debu sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan. Di perempatan Tegal Danas sering terjadi pengendara terjatuh, biasanya karena terpeleset atau menghindari ceceran beton," katanya.

Selain menimbulkan pencemaran udara, warga menilai material beton yang berserakan di badan jalan juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Dua Bakal Calon Sudah Mendaftar Pilkades Burangkeng, Panitia Sebut Satu Kandidat Lagi Segera Menyusul

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan penanganan dan evaluasi terhadap aktivitas tersebut agar operasional industri tidak terus menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan warga sekitar.***