BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir kembali menghantam Perumahan Nebraska Terrace, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, dan memicu krisis hunian bagi ratusan warga perumahan subsidi.
Sedikitnya 800 unit rumah terendam banjir, sementara sekitar 400 kepala keluarga terpaksa mengungsi demi menyelamatkan diri dari genangan air yang sempat mencapai hampir dua meter.
Ketua RW 02 Perumahan Nebraska Terrace, Doni, menyebut banjir kali ini menjadi yang kelima sejak kawasan tersebut mulai dihuni.
Baca Juga: Brimob dan Pemda Bersatu Hadapi Banjir Bekasi, Negara Hadir di Tengah Derita Warga
Ia mengungkapkan, warga semakin kelelahan menghadapi bencana yang terus berulang, terlebih karena perumahan ini sejak awal dipasarkan dengan janji bebas banjir.
“Sudah lima kali banjir. Ini bukan kejadian pertama. Warga benar-benar terdampak, bukan cuma soal rumah, tapi juga rasa aman,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu 25 Januari 2026, air memang mulai berangsur surut dengan ketinggian selutut orang dewasa. Namun, kekhawatiran masih menyelimuti warga.
Baca Juga: Pencinta Sate Wajib Tahu, 5 Sate Kambing Paling Melegenda di Jakarta
Banyak dari mereka kembali ke rumah hanya untuk mengambil barang penting, karena takut banjir kembali meninggi.
Sebagian besar harta benda terpaksa ditinggalkan saat evakuasi dilakukan secara mendadak.
“Waktu air naik, warga hanya bawa pakaian yang melekat di badan. Yang penting anak-anak dan lansia selamat dulu,” kata Doni.
Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap Masalah Lahan Menjadi Kendala Penanganan Banjir Bekasi
Menurutnya, mayoritas warga mengungsi ke masjid dan musala terdekat karena tidak memiliki alternatif tempat tinggal lain.
Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya warga perumahan subsidi ketika bencana datang.
Banjir kali ini diperparah oleh luapan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) serta kondisi tanggul dan pagar pembatas yang jebol.
Dalam sepekan terakhir, banjir terjadi dua kali berturut-turut. “Baru surut, banjir lagi. Tanggul di sini memang tipis sekali, ditambah pagar pembatas jebol,” ucap Doni.
Ia menambahkan, warga mendesak adanya solusi permanen, bukan sekadar penanganan darurat.
Baca Juga: Surga Kuliner Benhil! Tiga Tempat Makan Legendaris Ini Selalu Diserbu Pecinta Rasa
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Bekasi sempat menyarankan pembuatan sodetan agar aliran air tidak seluruhnya bermuara ke kawasan perumahan.
Namun hingga kini, solusi tersebut belum terealisasi.
“Harapannya developer bertanggung jawab. Tanggul harus diperkuat, sungai di belakang diturap lebih dalam lagi. Kalau tidak, kejadian seperti ini akan terus terulang,” tegasnya.
Doni juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini bantuan dari pemerintah belum dirasakan langsung oleh warga.
“Dari pihak developer sudah ada bantuan, tapi dari pemerintah sampai sekarang belum ada yang masuk,” tuturnya.
Bagi warga perumahan subsidi, banjir bukan sekadar bencana alam, melainkan krisis hunian yang mengancam keberlangsungan hidup mereka.***




