BEKASI.POJOKSATU.ID - Pengembang properti PT Panahome Deltamas Indonesia menegaskan strategi pembangunan kawasan matang sebagai kunci membangun dan menjaga kepercayaan investor memasuki tahun 2026.

Di tengah dinamika ekonomi dan kehati-hatian pasar properti, pendekatan berbasis ekosistem terintegrasi dinilai mampu menekan risiko investasi sekaligus memberikan imbal hasil jangka panjang yang berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Panahome Deltamas Indonesia, Taishi Inagaki, menyebut bahwa perubahan perilaku pasar mendorong pengembang untuk tidak lagi hanya menjual hunian semata.

Baca Juga: 7 Hotel di Bogor Ini Paling Pas untuk Healing Singkat Tanpa Ribet

Investor kini lebih selektif dan mencari aset yang memiliki nilai tambah serta potensi pendapatan stabil.

“Memasuki 2026 dengan keyakinan yang kuat. Permintaan pasar kini tidak hanya fokus pada hunian, tetapi juga pada aset komersial yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan (sustainability income),” ujar Inagaki, 6 Februari 2026.

Kawasan Savasa di Cikarang Timur menjadi contoh strategi tersebut.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Tangkap Penjual Obat-Obatan Terlarang di Cibitung, Ratusan Butir Disita

Dikembangkan sebagai kawasan hunian terpadu, Savasa menggabungkan fungsi residensial, pendidikan, dan komersial dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Pendekatan ini membuat kawasan tidak bergantung pada satu fungsi ekonomi, sehingga dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi pasar.

Dari sisi makro, kawasan timur Jakarta, khususnya Kabupaten Bekasi, masih memegang peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional.

Baca Juga: Pesan Kades Tamanrahayu untuk Panitia Pengisian BPD

Realisasi investasi Kabupaten Bekasi yang mencapai sekitar Rp61,8 triliun hingga triwulan III 2025 menjadi indikator kuat tingginya aktivitas industri dan kebutuhan hunian bagi tenaga kerja produktif.

Kondisi ini menjadi landasan Panahome dalam merancang pengembangan Savasa secara bertahap dan terukur.

Keunggulan lokasi turut menjadi faktor utama dalam strategi penurunan risiko investasi.

Savasa berada sekitar lima menit dari tiga akses tol utama, yakni Gerbang Tol Km 37, Km 42, dan JAPEK Selatan Km 31, serta hanya berjarak sekitar lima menit dari Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Konektivitas ini memperkuat daya tarik kawasan bagi penghuni sekaligus investor.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru untuk Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Sepanjang 2026, pengembangan fasilitas kawasan terus dilanjutkan, mulai dari penyediaan ruang terbuka hijau, lapangan basket di Grande Park, hingga rencana pembangunan mushola dan taman tematik empat musim.

Seluruh fasilitas dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni sekaligus menciptakan aktivitas kawasan yang berkelanjutan.

“Kombinasi antara kawasan yang terus bertumbuh, produk komersial yang tepat sasaran, serta ekosistem pendukung yang kuat menjadi fondasi utama kami dalam membangun kepercayaan investor di Savasa,” tutur Inagaki.

Tren pasar menunjukkan strategi ini berjalan efektif. Berdasarkan data internal, nilai sewa unit rumah di Savasa tercatat mencapai hingga Rp250 juta per tahun.

Angka tersebut mencerminkan daya tarik kawasan tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai aset investasi dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan.***