BEKASI.POJOKSATU.id – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bekasi Cikarang menggelar kegiatan edukasi mengenai Program Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) dalam rangka Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) dan Bulan Literasi Keuangan 2026 di Jababeka Golf & Country Club.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan pemahaman pekerja mengenai perencanaan masa depan finansial sebelum memasuki usia nonproduktif.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bekasi Cikarang, Muhyiddin Dj, menegaskan bahwa persiapan masa tua harus dirancang sejak pekerja masih berada pada masa produktif.

“Justru masa pensiun harus kita persiapkan ketika kita masih produktif bekerja. Pada saat seseorang memasuki masa tua, mungkin kemampuan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan sudah tidak sama seperti saat masih produktif, sementara kebutuhan hidup tetap ada,” tutur Muhyiddin.

Dalam agenda tersebut, peserta diberikan materi mengenai perbedaan fungsi antara program JHT dan JP. JHT berkonsep sebagai akumulasi tabungan dari pendapatan kerja yang diserahkan sekaligus, sedangkan program JP ditujukan sebagai penganti penghasilan bulanan yang dibayarkan secara berkala.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang dan Komisi IX DPR RI Edukasi Pekerja Mandiri soal Pentingnya JHT

“JHT dan Jaminan Pensiun memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama penting dalam mempersiapkan masa tua. JHT memberikan bekal dalam bentuk akumulasi tabungan, sedangkan Jaminan Pensiun dirancang untuk memberikan kesinambungan penghasilan secara berkala,” papar Indhy, sapaan akrabnya.

Melalui kemanfaatan program ini, penerima manfaat maupun ahli waris yang memenuhi syarat—seperti pasangan, anak, atau orang tua—akan memperoleh kepastian finansial di hari tua. Indhy menekankan perlunya jaminan tersebut demi memberikan ketenangan saat pekerja kelak sudah tidak berpenghasilan harian.

“Ketika masih bekerja, kita menerima penghasilan setiap bulan. Pertanyaannya adalah, bagaimana ketika suatu saat kita sudah tidak bekerja? Inilah mengapa program pensiun menjadi penting. Kita ingin pekerja memahami sejak dini bahwa masa tua yang lebih tenang membutuhkan persiapan,” ungkapnya.

Di akhir keterangannya, dia berharap kegiatan literasi ini mampu mentransformasi cara pandang para pekerja agar tidak menunda persiapan perlindungan masa tua.

“Harapan kami sederhana, jangan menunggu tua untuk memikirkan hari tua. Selagi masih produktif, persiapkan perlindungan dan masa depan sejak sekarang. BPJS Ketenagakerjaan akan terus hadir memberikan perlindungan agar pekerja dapat bekerja dengan tenang dan memasuki masa tua dengan lebih terencana,” pungkas dia.***