BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi melibatkan sekolah dan pelajar dalam pengaktifan kembali program Jumat Bersih (Jumsih) sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Program yang sempat vakum ini kini dihidupkan kembali dengan semangat baru, menjadikan siswa sebagai bagian penting dalam pembentukan budaya bersih yang berkelanjutan di Kabupaten Bekasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa keterlibatan pelajar bukan sekadar untuk membersihkan lingkungan sekolah, tetapi sebagai sarana pendidikan karakter.
Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Terjang Kabupaten Bekasi, BPBD Catat 171 Titik Kejadian
Melalui kegiatan rutin setiap Jumat, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Anak-anak sekolah harus kita giatkan melalui Jumat Bersih. Ini bukan hanya soal bersih-bersih, tapi membangun kesadaran sejak dini agar budaya ini terbawa sampai mereka dewasa,” ujar Asep di Cikarang Utara, Rabu 4 Februari 2026.
Asep menjelaskan, selama ini persoalan kebersihan kerap dibebankan pada petugas kebersihan atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Baca Juga: Tak Lagi Sekadar Wacana, Jumat Bersih Bekasi Aktif Lagi Usai Arahan Presiden
Dengan melibatkan sekolah, Pemkab Bekasi ingin menanamkan pemahaman bahwa kebersihan lingkungan merupakan kewajiban semua elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
“Kalau sejak sekolah sudah dibiasakan menjaga lingkungan, ke depan kita tidak perlu lagi terus mengingatkan. Ini investasi jangka panjang,” katanya.
Pengaktifan kembali Jumat Bersih ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti penanganan sampah sebagai garda terdepan menjaga citra Indonesia.
Baca Juga: Dari Bekasi untuk Indonesia, Desainer Lokal Disebut Siap Bersaing di Level Dunia
Arahan tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menggerakkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan, agar terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, siswa diinstruksikan melakukan kerja bakti atau korve di lingkungan sekolah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membersihkan area fisik, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Asep menegaskan bahwa Jumat Bersih bukan program sesaat, melainkan harus dijalankan secara konsisten.
Oleh karena itu, keterlibatan sekolah dipandang strategis untuk memastikan keberlanjutan program. “Kami ingin Jumat Bersih menjadi kebiasaan, bukan hanya kegiatan seremonial,” tegasnya.
Baca Juga: Muaragembong Disiapkan Jadi Lumbung Perikanan Bekasi, Kapolda Tinjau Tambak Skala Besar
Selain pelajar, ASN di seluruh instansi pemerintahan juga diwajibkan ikut serta menjaga kebersihan lingkungan kerja masing-masing.
Sinergi antara sekolah dan birokrasi ini diharapkan menciptakan efek domino hingga ke masyarakat luas.
Melalui pelibatan siswa dalam Jumat Bersih, Pemerintah Kabupaten Bekasi optimistis dapat membangun generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
Budaya bersih yang ditanamkan sejak dini diyakini akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan Kabupaten Bekasi yang lebih sehat, tertata, dan berkelanjutan.***




