BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026.
Sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Total anggaran yang dialokasikan untuk sektor ini mencapai sekitar Rp230 miliar, mencakup pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten serta jalan lingkungan di berbagai kecamatan.
Baca Juga: Kasus Laptop Hilang di Bekasi Ungkap Lemahnya Sistem Keamanan Driver Online
Kepala Bidang Fisik dan Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Evi Mutia, menjelaskan bahwa pembangunan jalan memiliki peran strategis dalam memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Untuk jalan berstatus kabupaten, pemerintah daerah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp156.025.421.275 dengan target penanganan sekitar 40 kilometer ruas jalan.
“Kegiatan yang dilakukan meliputi rekonstruksi jalan, pembangunan, pemeliharaan, hingga pelebaran jalan kabupaten,” ujar Evi, dikutip dari Radar Bekasi, 30 Desember 2025.
Baca Juga: Rincian Lengkap APBD Kabupaten Bekasi 2026, PAD Rp4,3 T, Transfer Pusat Rp2,5 T
Selain jalan kabupaten, Pemkab Bekasi juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp74,5 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan yang tersebar di 23 kecamatan.
Jalan lingkungan dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas harian masyarakat, terutama di kawasan permukiman dan perumahan yang menjadi penghubung ke jalan utama.
Menurut Evi, perencanaan pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada fisik jalan semata, tetapi juga memperhatikan aspek penunjang agar konektivitas yang dibangun dapat bertahan lama.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Tuntaskan Pengangkatan Honorer 2025, Hampir 11 Ribu Resmi Jadi PPPK
“Perencanaan yang baik harus didukung pembangunan penunjang pula. Semua alokasi dan rencana dibahas secara berjenjang, mulai dari pemerintah desa hingga Pemkab Bekasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, menyebut permintaan masyarakat terhadap perbaikan jalan terus meningkat seiring pertumbuhan wilayah dan aktivitas ekonomi.
Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap.
“Permintaan masyarakat cukup tinggi, tetapi tidak semuanya bisa langsung direalisasikan. Karena itu, perbaikan dilakukan secara bertahap,” kata Nurchaidir.
Ia menegaskan, pembangunan jalan harus dibarengi dengan infrastruktur pendukung seperti drainase agar fungsi konektivitas berjalan optimal.
Baca Juga: Driver Lalamove Diduga Gelapkan 10 Laptop di Bekasi, Nomor Hilang dan Pelat Mobil Berbeda
“Ketika jalan dibangun, tidak boleh tergenang air. Drainase yang baik akan menjaga kualitas jalan dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Dengan prioritas anggaran tersebut, Pemkab Bekasi berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lebih lancar.***




