BEKASI.POJOKSATU.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Bekasi memperjuangkan pemimpin daerah yang memiliki kemampuan untuk memprioritaskan kerja sama dan kolaborasi guna meningkatkan sektor UMKM.

Ketua Umum Hipmi Kabupaten Bekasi, Haji Marcos, dalam tanggapannya terkait calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, menyatakan keinginan Hipmi untuk melibatkan pengusaha dalam struktur kepemimpinan daerah.

"Kita perlu menyadari bahwa peran industri di Kabupaten Bekasi belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Sektor UMKM harus dikuatkan," ujar Marcos.

Baca Juga: Gandeng PPEJP, Hipmi Kabupaten Bekasi Gelar Pelatihan Ekspor Bagi Pelaku UMKM

Penguatan sektor tersebut butuh kolaborasi dengan perusahaan multinasional dengan dukungan pemimpin daerah dengan kebijakan yang mendukung masyarakat.

"UMKM di Kabupaten Bekasi kesulitan untuk bermitra dengan pelaku industri. Inilah yang perlu diperkuat," tambahnya.

Oleh karena itu, Hipmi berharap ada pengusaha yang terlibat dalam kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati ke depan. Marcos mengatakan bahwa ada kemungkinan anggota HIPMI akan turut serta dalam pemilihan Bupati Bekasi.

"Hipmi Kabupaten Bekasi memiliki anggota yang berkualifikasi untuk memimpin daerah. Mereka memiliki latar belakang sebagai pengusaha, sehingga memiliki pengalaman dalam mengembangkan UMKM," ungkap dia.

Baca Juga: Banyak Lulusan SMK Tidak Terserap Dunia Kerja, Ketum Hipmi Kabupaten Bekasi Dorong Penguatan 'Link and Match'

Marcos yakin dengan memperkuat UMKM dan berkolaborasi dengan industri, dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi di Kabupaten Bekasi.

"Dengan kolaborasi antara UMKM dan industri, kita bisa mengurangi tingkat pengangguran. UMKM dapat menjadi penyedia lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal," kata dia.

Upaya ini, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan dengan terus berkolaborasi dengan sektor swasta dan menciptakan lapangan kerja di bidang perdagangan, UMKM, dan industri kecil.***