BEKASI.POJOKSATU.ID - Sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Bekasi mengalami kerusakan parah setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Lubang-lubang besar sedalam 10 hingga 20 sentimeter menganga di badan jalan dan menimbulkan genangan air yang membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu titik kritis berada di Jalan KH Raden Ma’mun Nawawi yang memiliki panjang sekitar 26 kilometer.

Baca Juga: DPR Ancam Maksimalkan Kewenangan, PT HDP Tegaskan Tudingan Habiburokhman Tidak Berdasar

Kerusakan tampak di beberapa segmen, termasuk di depan PT Mulia Keramik.

Aspal mengelupas dan menyisakan kerikil tajam, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus memperlambat laju untuk menghindari lubang.

Selain itu, kerusakan juga terjadi di U-turn persimpangan Gerbang Tol Cikarang Barat, Desa Pasirsari, dengan panjang kerusakan mencapai sekitar 500 meter.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Alokasikan Rp200 Miliar untuk Percepatan Perbaikan Jalan Rusak

Di lokasi tersebut, lubang-lubang besar tertutup genangan air sehingga sulit terdeteksi pengendara. Kondisi ini memicu antrean kendaraan karena jalur efektif menyempit.

Titik lainnya berada di pertigaan Pasirrandu, Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru.

Di lokasi ini, kerusakan membentang sekitar 150 meter dengan kedalaman lubang bervariasi.

Baca Juga: DPRD Bekasi Minta Pokir dan Pemberdayaan Warga Tak Terpusat di Satu Wilayah

Genangan air bercampur lumpur membuat permukaan jalan sulit dibedakan antara aspal dan kubangan.

Salah satu pengendara sepeda motor, Asep Wandi (43), mengaku harus ekstra hati-hati setiap melintas di jalur tersebut.

Ia menilai kerusakan sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah akibat curah hujan tinggi.

“Kondisinya sudah parah banget. Kalau lewat sini harus ekstra fokus, salah dikit milih jalur bisa langsung masuk lubang. Apalagi kalau habis hujan begini, kita nggak tahu mana yang aspal mana yang lubang dalam,” ucap Asep, Rabu 18 Februari 2026.

Keluhan serupa disampaikan Dimas (42), warga Desa Pasirsari. Ia menyebut ruas tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Soroti Ketimpangan Pembangunan, Dorong Pemerataan Antarwilayah

“Waktu itu saya lewat, ada motor kelindes truk menghindari lubang,” tuturnya.

Menurutnya, selain membahayakan keselamatan, kondisi jalan rusak juga memicu kemacetan karena kendaraan besar seperti truk industri harus melambat atau berpindah jalur.

Ruas ini dikenal sebagai jalur padat yang dilalui kendaraan logistik serta menjadi penghubung penting antarwilayah.

Baca Juga: Polres Metro Bekasi Serahkan Dua Tersangka Korupsi Dana Hibah NPCI ke Kejaksaan

Camat Cikarang Selatan, Muhammad Said, membenarkan banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan provinsi tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa perbaikan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sudah ada beberapa yang menyampaikan keluhannya ke kita. Sejauh ini makin rusak belum ada langkah konkret perbaikan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat berharap perbaikan segera dilakukan secara permanen, bukan sekadar tambal sulam, agar risiko kecelakaan dan kemacetan dapat diminimalkan.***