BEKASI.POJOKSATU.ID - Maraknya pencurian lampu penerangan jalan umum di Kabupaten Bekasi mendorong Dinas Perhubungan setempat mencari solusi jangka panjang.

Salah satu langkah yang kini tengah dikaji adalah mengganti material kabel PJU dengan jenis yang tidak memiliki nilai jual tinggi, sehingga tidak menarik bagi pelaku pencurian.

Selama ini, kabel jenis NYY yang digunakan pada PJU kerap menjadi sasaran karena mudah dijual di pasar gelap.

Baca Juga: Dari TPA ke Energi Listrik, PSEL Burangkeng Diharap Jadi Solusi Sampah Kabupaten Bekasi

Akibatnya, PJU yang baru saja diperbaiki sering kali kembali padam hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, setelah komponen kabelnya dicuri.

Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengakui pencurian kabel menjadi penyebab utama gangguan penerangan jalan di sejumlah wilayah.

Ia menyebut, perbaikan yang dilakukan petugas kerap tidak bertahan lama karena kabel kembali raib.

Baca Juga: Kalimalang hingga Perbatasan Karawang Rawan, Kabel PJU di Bekasi Kerap Dicuri

“Kami menerima laporan PJU mati, petugas turun ke lapangan, ternyata kabelnya hilang. Diganti, lalu besoknya mati lagi karena dicuri lagi. Ini yang membuat kami harus mencari solusi lain,” kata Agus.

Menurut Agus, stok komponen perbaikan masih tersedia, namun jika pola pencurian terus berulang, hal tersebut justru berpotensi membebani anggaran daerah.

Karena itu, inovasi material dinilai lebih efektif dibanding sekadar perbaikan berulang.

Baca Juga: Pedagang Es Cincau Keliling Ambruk di Tengah Jalan Bekasi, Polisi Ungkap Penyebabnya

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bekasi, Deni Hendra, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempelajari kemungkinan penggunaan kabel alternatif yang memiliki fungsi serupa tetapi tidak diminati pencuri.

Kajian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan kejahatan sekaligus efisiensi anggaran.

“Kami sedang mempelajari apakah masih akan menggunakan kabel NYY atau mencari alternatif lain. Kalau terus menggunakan jenis yang sama, setelah diperbaiki kemungkinan besar akan hilang lagi,” ujar Deni.

Ia menambahkan, penggantian material bukan hanya soal teknis, tetapi juga strategi pengamanan aset daerah.

Dengan material yang tidak bernilai jual, potensi pencurian diharapkan menurun sehingga lampu jalan bisa berfungsi lebih lama.

Baca Juga: Tanggapan Wali Kota Bekasi soal Aksi Pengancaman Menggunakan Golok

Selain mengganti kabel, Dishub juga terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan pencurian.

Namun, menurut Deni, pencegahan melalui inovasi material dinilai lebih berkelanjutan dibanding penindakan semata.

“Kalau bisa dicegah dari awal dengan material yang tidak laku dijual, itu jauh lebih efisien. Anggaran bisa dialihkan untuk penambahan titik PJU, bukan hanya perbaikan berulang,” katanya.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penerangan jalan di Kabupaten Bekasi, terutama di jalur padat kendaraan.

Dishub juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar PJU.***