BEKASI.POJOKSATU.id – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu maju atau tidaknya sebuah koperasi.
Menurutnya, seorang pimpinan koperasi harus memiliki ide, gagasan, serta keberanian untuk bertindak dan mengambil risiko demi perkembangan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Toto Iskandar saat membahas pentingnya kepemimpinan dalam pengelolaan koperasi.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bekasi Masuk Tahap Konstruksi, Legalitas Lahan Jadi Prioritas
Ia menjelaskan, pemimpin koperasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif, tetapi juga harus memiliki visi, keberanian, serta kemampuan membangun kolaborasi.
“Pemimpin koperasi itu harus punya ide dan gagasan, berani bertindak, dan berani mengambil risiko. Selain itu, harus menjalankan konsep 5P,” ujar Toto, Senin, 5 Januari 2026.
Ia memaparkan, konsep 5P yang dimaksud meliputi pakai pemikiran orang, pakai duit orang melalui kerja sama, pakai tenaga orang atau tenaga profesional, pakai doa orang miskin melalui kepedulian sosial dan zakat, serta pakai otak kanan atau pola pikir positif dalam memimpin.
“Kalau lima ini dijalankan, insyaallah koperasi akan maju. Saya meyakini itu,” tegasnya.
Toto juga berbagi pengalaman nyata dalam membangun koperasi dari kondisi yang sangat terbatas hingga mampu berkembang seperti saat ini.
Ia menuturkan bahwa dulu koperasi yang dikelolanya bahkan tidak memiliki pagar yang layak, bangunan rusak, hingga gudang yang hampir tidak berfungsi.
Baca Juga: Hadapi Tantangan Zaman, Dekopinda Bekasi Dorong Digitalisasi Koperasi
“Dulu pagar saja tidak punya, bangunan roboh, gudang diambilin kaleng-kalengnya sama masyarakat. Tapi sekarang, alhamdulillah, kita bisa membangun kembali, bahkan punya tambahan gudang,” ungkapnya.
Menurut Toto, keberhasilan tersebut bukan karena kecerdasan satu orang semata, melainkan karena kemauan kuat dan kebersamaan seluruh pengurus dalam membangun koperasi.
Ia menekankan bahwa koperasi akan tumbuh jika dikelola secara kolektif, dengan kebijakan yang disepakati dan dijalankan bersama.
“Bukan berarti saya pintar. Koperasi bisa maju karena bersatu. Ada pengurus lain, ada kebijakan-kebijakan yang kita tanamkan bersama dalam mengelola koperasi,” jelasnya.
Melalui pemahaman kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif, Toto berharap koperasi di Kabupaten Bekasi dapat terus berkembang, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya serta masyarakat luas.***




