BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang pria berusia 28 tahun dengan inisial R tewas lantaran dianiaya oleh sejumlah orang di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu, 20 Desember 2023, malam.

Awalnya, korban dituduh melakukan penjambretan di lokasi kejadian, namun terungkap bahwa penganiayaan tersebut terjadi karena korban tidak membayar biaya yang terkait dengan layanan wanita Pekerja Seks Komersial (PSK).

Dari video yang beredar di media sosial, korban sudah dalam kondisi lemas setelah dianiaya oleh sejumlah orang di lokasi kejadian.

Baca Juga: Warga Bekasi Diam-Diam Tanam Puluhan Pohon Ganja di Rumah

Seorang wanita yang diduga sebagai PSK terlihat menuntut pembayaran kepada korban yang sudah tidak berdaya.

Dalam keterangan yang diunggah, disebutkan bahwa setelah dianiaya oleh massa, kondisi R sempat kritis. Kemudian R dilarikan oleh warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi.

Kakak korban, Syukur, awalnya mengetahui bahwa adiknya meninggal dunia karena diduga menjadi pelaku penjambretan.

Namun, setelah video terkait penganiayaan karena tidak membayar layanan PSK viral di media sosial, Syukur meminta keadilan.

Baca Juga: Pria yang Tinggal dengan Perempuan yang Tewas di Cikarang Timur Ditangkap

"Saya tahu pagi hari bahwa adik saya ditangkap oleh pihak kepolisian karena diduga menjadi penjambret, tapi satu jam kemudian saya diberi tahu bahwa adik saya meninggal dunia," ujar Syukur kepada awak media pada Kamis, 21 Desember 2023.

Namun, setelah mencari tahu informasi terkait meninggalnya adiknya, ternyata sang adik meninggal dunia akibat penganiayaan oleh sejumlah orang karena tidak membayar seorang wanita.

"Pada saat pengurusan jenazah, saya mendapatkan kabar bahwa adik saya dianiaya karena tidak membayar wanita seperti yang terlihat dalam video itu," ucap Syukur.

Syukur meminta keadilan kepada pihak kepolisian atas kematian adiknya karena menjadi korban penganiayaan oleh beberapa orang.

"Saya bisa saja mencari orang-orang yang melakukan penganiayaan karena saya orang asli sini dan kerabat saya semuanya orang sini, tapi saya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas," tegas dia.

Baca Juga: Pria 75 Tahun di Babelan Tewas Ditikam Keluarganya Sendiri

Syukur mengatakan adiknya mengalami sejumlah luka akibat penganiayaan tersebut, terutama pada bagian kepala karena menggunakan benda tumpul.

"Lukanya karena benda tumpul, terutama pada bagian kepala korban. Saya yakin bahwa pelaku penganiayaan bukan orang setempat, melihat dari video yang beredar," demikian kata dia.***