BEKASI.POJOKSATU.id - Sarif Marhaendi resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bekasi setelah namanya direkomendasikan oleh Tim Formatur pada Rabu, 29 April 2026.

Sarif menyebut proses Musyawarah Cabang (Muscab) X yang sempat tertunda akhirnya dapat dirampungkan, setelah sebelumnya diambil alih oleh DPW PPP Jawa Barat akibat persoalan administratif, termasuk pembekuan panitia steering committee dan organizing committee.

“Alhamdulillah, walaupun kemarin sempat ter-pending karena Muscab diambil alih oleh DPW dan panitia dibekukan, hari ini sudah selesai,” ujar dia.

Ia menjelaskan, tahapan Muscab dilanjutkan dengan verifikasi peserta dari unsur Pengurus Anak Cabang (PAC). Hasilnya, sebanyak 17 PAC dinyatakan sah dan berhak mengikuti proses hingga pembentukan formatur.

Baca Juga: DPW PPP Jabar Ambil Alih Muscab X Kabupaten Bekasi, Uu Ruzhanul Ulum: Hindari Cacat Hukum

“Tadi sudah diverifikasi, PAC yang hadir hari ini ada 17 PAC, dan alhamdulillah setelah diverifikasi ternyata valid. Kemudian sudah dilakukan sidang sampai selesai dan sudah membentuk formatur,” jelas dia.

Formatur yang terbentuk terdiri dari empat perwakilan PAC dan satu unsur DPC. Selanjutnya, forum tersebut merekomendasikan Sarif Marhaendi sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi.

Dalam struktur organisasi, jumlah formatur keseluruhan mencapai tujuh orang, termasuk perwakilan dari DPW dan DPP yang memiliki kewenangan menetapkan ketua dalam waktu maksimal tujuh hari.

Menanggapi amanah tersebut, Sarif menegaskan bahwa langkah awal kepemimpinannya adalah memperkuat konsolidasi internal serta menjalin kembali komunikasi dengan seluruh kader.

Baca Juga: Uu Ruzhanul Ulum Tekankan Penguatan Struktur di Muscab X PPP Kabupaten Bekasi

“Kami menunggu SK terbit terlebih dahulu. Setelah itu kami ingin bersilaturahmi kepada seluruh pengurus Partai PPP, baik yang hari ini ada di posisi kami ataupun yang tidak. Akan kami rangkul kembali, karena partai ini milik bersama,” tegas dia.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang politik.

“Saya juga ingin bersilaturahmi kepada seluruh tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Bekasi. Terlepas warnanya apa, itu tidak menjadi hambatan. Karena kami di Partai PPP ini mendahulukan silaturahmi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sarif mengungkapkan adanya arahan dari DPW agar kepemimpinan baru tetap menjaga etika politik dan tidak berlebihan dalam merespons kemenangan.

“Saya diminta untuk tidak euforia berlebihan dan tidak menyakiti pihak lain. Yang utama adalah merangkul semua kader PPP agar ke depannya partai ini lebih besar dan bisa mendapatkan kursi, minimal di setiap dapil,” ungkapnya.

Baca Juga: Kisah Duka Adelia Rifani, Perjalanan Pulang yang Berakhir di Tragedi KRL Bekasi Timur

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Isu Strategis DPW PPP Jawa Barat, Effendy Joy Pendhita, juga menekankan pentingnya konsolidasi pasca-Muscab.

"Tadi saya sampaikan di forum, bahwa siapa pun nanti yang terpilih harus merangkul kembali teman-teman yang tidak sempat hadir, atau yang berbeda pendapat dan pilihan. Karena itu semua keluarga besar PPP, jadi jangan ditinggalkan. Saya minta harus ada konsolidasi," ujarnya.

Hasil Muscab ini diharapkan menjadi titik awal penguatan soliditas internal PPP Kabupaten Bekasi sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.***