BEKASI.POJOKSATU.id - Sekolah rakyat Kabupaten Bekasi akan menerapkan sistem pendidikan berasrama atau boarding school dengan kapasitas maksimal mencapai 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Kuswara, menjelaskan sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 5,4 hektare dengan total luas bangunan sekitar 26 ribu meter persegi.
Kompleks pendidikan yang berlokasi di wilayah Cikarang itu terdiri dari 23 massa bangunan yang dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar secara terpadu.
"Jadi sistemnya adalah boarding school, sehingga semua murid dan guru akan tinggal dalam satu kompleks. Di sini tersedia asrama untuk murid maupun guru dalam mendukung proses pendidikan," ujar Kuswara saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI, Jumat, 12 Juni 2026.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Ditargetkan Rampung 20 Juni 2026, Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru
Sekolah rakyat Kabupaten Bekasi dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, asrama siswa putra dan putri, asrama guru dan wali asrama, ruang ibadah, kantin, dapur, hingga ruang makan.
Selain itu, tersedia pula sarana olahraga seperti lapangan basket, mini soccer, serta lapangan upacara untuk mendukung aktivitas peserta didik.
Saat beroperasi penuh, sekolah ini akan menampung 540 siswa SD, 270 siswa SMP, dan 270 siswa SMA. Namun, pada tahap awal penerimaan peserta didik baru akan dilakukan secara bertahap dengan total 270 siswa.
Kuswara menyebut kehadiran sekolah rakyat Kabupaten Bekasi diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat melalui konsep pendidikan terpadu berbasis asrama.
"Pada tahap awal, siswa yang diterima berjumlah 270 orang sesuai target yang telah ditetapkan Kementerian Sosial," ujarnya.
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027 setelah pembangunan rampung pada akhir Juni mendatang.***




