SETU, BEKASI.POJOKSATU.id - Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Sarif Marhaendi, memberikan tanggapan terkait dinamika relokasi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Burangkeng yang terdampak proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan).

​Sarif menilai niat Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan pada dasarnya bertujuan baik, yakni menjamin keamanan serta kenyamanan siswa dari potensi risiko keselamatan kerja di area proyek infrastruktur. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi sosiologis dan kebutuhan riil para wali murid di lapangan.

​"Pada intinya pemerintah daerah, pendidikan tujuannya memang baik agar murid dapat sekolah dan belajar dengan nyaman dan aman, karena ini terkena jalan tol, khawatir terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan dampak ke siswa. Namun dari usulan dan aspirasi wali murid, tentunya mempertimbangkan sebentar lagi akan adanya musim penghujan," ujar Sarif Marhaendi.

​Ia menjelaskan bahwa opsi pemindahan sementara ke SDN 05 Burangkeng memicu keberatan dari mayoritas orang tua siswa. Selain jaraknya yang terbilang jauh, para siswa diproyeksikan mendapat jadwal masuk siang. Kondisi tersebut dinilai berbenturan dengan aktivitas mengaji anak pada sore hari serta jam kerja para orang tua yang mencari nafkah di siang hari.

​"Maka daripada itu, wali murid semua sepakat ingin bermohon agar tetap sekolah di SDN 03, minimal sampai ada surat pernyataan untuk siap dibangun gedung yang baru," tegasnya.

​Terkait kepastian lokasi pengganti, politisi tersebut mengonfirmasi bahwa tahapan administrasi relokasi telah berjalan. Bupati Bekasi telah menandatangani Surat Keputusan (SK) mengenai penentuan lokasi baru SDN 03 Burangkeng yang berada di sebelah utara.

​Mengenai instruksi pemindahan sementara, Sarif menyebut bahwa kebijakan tersebut diturunkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan. Pihaknya mengaku telah mencoba menjalin komunikasi langsung dengan pimpinan dinas untuk menyuarakan keluhan warga.

​"Tadi Kepala Dinasnya sudah saya telepon, beliau sedang ada agenda lain jadi belum dapat merespons apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat," pungkas Sarif.