BEKASI.POJOKSATU.id – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi terus mendorong perubahan budaya masyarakat dalam mengelola sampah melalui penguatan program bank sampah berbasis RW.

Katim Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, menegaskan bahwa bank sampah kini diposisikan sebagai pusat pengelolaan berbasis masyarakat yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi.

“Pembinaan ini sifatnya berkelanjutan, pertemuan pertama nanti dimulai dengan menghadirkan praktisi bank sampah yang telah berhasil untuk memberikan pemahaman awal. DLH juga akan melakukan monitoring dan evaluasi serta inventarisasi untuk sarana dan prasarana lanjutan yang di butuhkan bank sampah tersebut,” terangnya, belum lama ini.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Terjunkan Tim Pengawas Periksa Ribuan Ekor Hewan Kurban

DLH juga menargetkan konsep “Satu RW Satu Bank Sampah” sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.

Sebagai contoh keberhasilan, Bank Sampah Masdul RW 08 di Desa Telagamurni, Cikarang Barat, dinilai mampu mengelola sampah secara menyeluruh dengan pendekatan zero waste, sekaligus terintegrasi dengan ketahanan pangan dan ekonomi sirkular warga.

“Kami ingin replikasi sukses seperti di Bank Sampah Masdul 08 Desa Telagamurni bisa terwujud di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Sampah tidak lagi dibuang, tetapi habis di tingkat RW karena diolah menjadi sumber ekonomi dan ketahanan pangan warga,” pungkasnya.

Ke depan, DLH berharap pemilahan sampah dapat menjadi gaya hidup masyarakat sekaligus mendorong terciptanya sistem pengelolaan berbasis ekonomi sirkular menuju konsep zero waste.***