BEKASI.POJOKSATU.ID - Kinerja pembangunan kesehatan di Jawa Barat menunjukkan tren positif.
Sejumlah indikator strategis seperti angka kematian ibu, angka kematian bayi, hingga prevalensi stunting mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, umur harapan hidup masyarakat kini menembus 75,3 tahun.
Baca Juga: Banjir Gila-Gilaan Rendam Ribuan Hektare Sawah Bekasi, Petani Terancam Gagal Panen
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, memaparkan capaian tersebut dalam Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di Kota Bandung.
Menurutnya, berbagai indikator kesehatan menunjukkan perbaikan yang konsisten.
“Umur harapan hidup saat ini sudah mencapai 75,3 tahun atau meningkat 0,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar dr. Vini.
Baca Juga: Warga Perbatasan Harap Waspada! Revisi Batas Bisa Pengaruhi Data KTP dan Hak Pilih
Tak hanya itu, rasio kematian bayi juga mengalami penurunan dari 7,28 per seribu kelahiran menjadi 6,671.
Sementara itu, rasio kematian ibu turun cukup signifikan dari 98,6 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2024 menjadi 82,1 pada 2025.
Angka tersebut menjadi indikator penting keberhasilan penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.
Baca Juga: Demi Kekhusyukan Puasa, MUI Bekasi Desak Tempat Hiburan Malam Hentikan Aktivitas
Penurunan juga terjadi pada prevalensi stunting. Jika sebelumnya berada di angka 21,7 persen, kini turun menjadi 15,9 persen.
Capaian ini dinilai sebagai hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari intervensi gizi, edukasi kesehatan, hingga peningkatan layanan dasar di fasilitas kesehatan.
“Penurunan angka kematian ibu dan bayi serta stunting menunjukkan bahwa upaya yang kita lakukan sudah berada di jalur yang tepat. Namun kita tidak boleh berpuas diri,” tegas dr. Vini.
Meski capaian tersebut patut diapresiasi, Jawa Barat masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan kesehatan.
Isu kesehatan remaja dan kesehatan jiwa menjadi perhatian serius, terutama di tengah perubahan sosial yang cepat.
Baca Juga: Arus Kendaraan Terganggu, Pengerukan Kali Demi Bekasi Bebas Genangan
Selain itu, pemerataan tenaga kesehatan di wilayah terpencil dan persoalan kesehatan lingkungan juga menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Dr. Vini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta fasilitas layanan kesehatan untuk memastikan program yang dirancang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menyebut forum perangkat daerah sebagai ruang konsolidasi strategis dalam memperkuat tata kelola layanan kesehatan menuju visi Jabar Istimewa.
Baca Juga: Begal Payudara Beraksi di Cikarang Barat, Karyawati Jadi Korban Saat Berangkat Kerja
“Kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar, namun dengan kolaborasi dan penguatan SDM kesehatan, saya optimistis kita mampu menjawab tantangan tersebut,” katanya.
Capaian positif ini menjadi fondasi penting bagi perencanaan program kesehatan tahun-tahun mendatang.
Dengan tren indikator yang membaik dan komitmen kolaboratif yang terus diperkuat, Jawa Barat menatap optimistis masa depan pembangunan kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan.***




