BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir ekstrem kembali menerjang kawasan perumahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kali ini, derasnya arus air tak lagi sekadar menggenang rumah warga, melainkan berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan jiwa.

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan warga terseret arus banjir hingga terpaksa berenang untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga: Kuliner Bekasi Tak Pernah Gagal, Ini 3 Tempat Makan Enak dengan Harga Bersahabat

Dalam video yang diunggah akun TikTok @afrizal K pada Rabu 23 Januari 2026, terlihat perekam video terapung di tengah banjir dengan air berwarna cokelat keruh mengalir sangat deras.

Arus tersebut bahkan membuat tubuh perekam tidak bisa berpijak di tanah, menyerupai kondisi terseret arus sungai atau ombak laut.

Lokasi kejadian disebut berada di Perumahan Green Lavender, Sukamekar Regency, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Banjir Kepung Kabupaten Bekasi, 51 Desa di 17 Kecamatan Terendam

Dalam rekaman itu, rumah-rumah tampak nyaris tenggelam.

Hanya bagian atap dan dinding atas yang masih terlihat di tengah derasnya arus air.

Kondisi di dalam perumahan berubah drastis menjadi sungai dadakan.

Baca Juga: Cari Ikan Saat Banjir, Remaja 15 Tahun di Bekasi Tewas Tersengat Listrik

Pagar rumah, pepohonan, hingga tiang listrik terendam air.

Arus yang kuat memperlihatkan bahwa banjir ini bukan genangan biasa, melainkan bencana yang berpotensi merenggut nyawa warga jika terlambat dievakuasi.

Narasi dalam video tersebut juga memperlihatkan kepanikan sekaligus kekecewaan warga.

“Rumah kami jadi lautan air,” tulis perekam video, sembari menyinggung janji pengembang yang sebelumnya menjamin kawasan tersebut bebas banjir.

Banjir di Desa Sukamekar sendiri dilaporkan mencapai ketinggian hingga dua meter akibat luapan Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut).

Baca Juga: Belajar dari Rumah Saat Banjir, PJJ Kota Bekasi Dihantui Masalah Teknis

Sedikitnya 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena rumah mereka tidak lagi layak dihuni.

Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, mengatakan banjir telah merendam wilayah tersebut sejak Kamis 22 Januari 2026.

“Ada permukiman di dekat Kali CBL itu yang ketinggiannya bisa mencapai 2 meter, rumah hampir habis tertutup banjir,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.

Baca Juga: 3.000 KK Mengungsi Akibat Banjir Sukawangi, Bayi dan Lansia Kekurangan Makanan

Proses evakuasi masih terus berlangsung dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran.

Perahu karet dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah masing-masing, terutama lansia, anak-anak, dan perempuan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyoroti kejadian tersebut. Ia menegaskan banjir dengan arus sekuat ini menunjukkan persoalan serius dalam penataan wilayah.

Baca Juga: Sengketa Lahan Pemkab Bekasi di Babelan, Warga Lawan Dugaan Mafia Tanah Usai Putusan PN Cikarang

Dedi meminta pengembang perumahan bertanggung jawab dan menghentikan pembangunan di kawasan rawan bencana.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa banjir ekstrem bukan hanya merusak harta benda, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa warga yang berada di dalamnya.***